Wali Kota Habib Hadi saat menyalami salah satu relawan bencana saat digelar pasukan relawan. (Foto:Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menggelar pasukan relawan bencana, Rabu (10/12) di lapangan Yon Zipur 10 Jalan Soekarno Hatta. 90 orang relawan terdiri dari BPBD, Tagana, PMI, Orari, RAPI, Pramuka dan Yon Zipur 10.

Kepala BPBD Prijo Djatmiko menjelaskan, gelar pasukan relawan ini untuk meningkatkan sinergitas dan koordinasi dalam penanggulangan bencana. Sekaligus meningkatkan kapasitas dan keterampilan relawan penanggulangan bencana di Kota Probolinggo.

“Setelah apel dilaksanakan, dilanjutkan pelatihan yang dibagi tiga kelas yaitu medis, komunikasi dan dapur umum,” jelasnya.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin yang bertindak sebagai pembina apel mengungkapkan, semua relawan yang ada di Kota Probolinggo harus diasah dalam ketanggapdaruratan dan kesiapsiagaan. “Namanya bencana tidak diketahui kapan dan dimana terjadinya. Banyak saudara kita terkena musibah membutuhkan bantuan dari kita semua,” katanya.

Oleh karena itu, keberadaan tim relawan sangat penting, berarti dan berguna. “Meskipun kita tidak berharap bencana terjadi di Kota Probolinggo, tapi keterampilan, pemahaman kedaruratan harus kita asah. Kita latih supaya jika ada daerah yang membtuhkan bisa segera membantu,” imbuh wali kota.

Inilah wujud rasa kemanusiaan, lanjut Habib Hadi, yang sangat dibutuhkan bagi mereka yang tertimpa musibah. “Terus tingkatkan kemampuan, jaga kekompakan. Karena relawan inilah yang menjadi ujung tombak membantu masyarakat yang terdampak musibah atau bencana,” pesan wali kota. (famydecta/humas)

Suasana saat digelar pasukan relawan bencana, Rabu (10/12) di lapangan Yon Zipur 10 Jalan Soekarno Hatta. (Foto:Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)