58 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sebanyak 58 anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar), yang dibuka Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Selasa (10/12). Diklatsar ini melengkapi prosedur mereka menjadi anggota Satpol PP dan Damkar Pemerintah Kota Probolinggo.

Diklatsar dibuka dengan gelaran apel di Makodim 0820 Probolinggo. Diklatsar ini diharapkan bisa meningkatakan pengetahuan, keterampilan sikap, perilaku personil. Guna mewujudkan petugas lapangan yang handal, sigap dan mempunyai tanggung jawab tugas melaksanakan penegakkan perda (peraturan daerah) dan perkada (peraturan kepala daerah) Kota Probolinggo.

“Selamat, saya sampaikan kepada 58 anggota Satpol PP yang berhasil lulus dan terpilih untuk selanjutnya mengikuti latihan dasar. Anda semua adalah 58 terbaik dari 99 orang pegawai tidak tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Dengan mengikuti diklatsar ini diharapkan dapat menambah wawasan dan peningkatan pelaksanaan tugas di lapangan,” jelas Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Wali Kota Habib memberikan arahan sekaligus membuka diklatsar bagi angoota satpol PP

Selama diklatsar, semua personil akan mendapat berbagai materi seperti kedisiplinan, trantibum, pemahaman perda dan perwali sehingga dalam melaksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku.

Habib Hadi menegaskan, Satpol PP dibentuk untuk menegakkan perda dan perkada, menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman, serta menyelenggarakan perlindungan masyarakat.

Sebagai unsur pelaksana dalam menjalankan berbagai kebijakan pemerintah, satpol pp dituntut untuk bekerja secara lebih profesional dan peka dalam mengikuti dinamika perubahan lingkungan masyarakat. Terlebih dihadapkan dengan karakteristik khas masyarakat dengan berbagai kompleksitas permasalahan.

Maka peran Satpol pp sebagai garda terdepan penegak perda dan perkada dituntut berpikir lebih kekinian serta mengedepankan sinergitas kerja sama dengan instansi lain. “Selalu bersemangat mengikuti pelatihan dasar sebagai dasar sebelum terjun menjadi Satpol PP,” imbuh Habib Hadi. (famydecta/humas)