Rukmini: Beri Perhatian Pada Korban KDRT

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Sebagai bentuk dukungan pencegahan tindak pidana perdagangan orang di Kota Probolinggo, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) menggelar kegiatan sosialisasi fasilitasi upaya perlindungan perempuan dan anak “Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang Tahun 2017 di Kota Probolinggo”. Bertempat di Orin Hall Resto Kota Probolinggo, Selasa (21/11).

Sosialisasi yang diikuti 350 peserta terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, lurah se-Kota Probolinggo, ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama di wilayah Kota Probolinggo. “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang. Untuk meningkatkan pendampingan terhadap kepada para korban kekerasan,” ujar Kepala DPPPAKB, Sukam.

Perdagangan orang adalah bentuk modern dari perbudakan manusia. Perdagangan orang juga merupakan salah satu bentuk perlakuan terburuk dari pelanggaran harkat dan martabat manusia. Masalah perdagangan orang di berbagai negara makin marak, termasuk Indonesia. Berdasarkan bukti empiris, perempuan dan anak adalah kelompok yang paling banyak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang.

Korban diperdagangkan tidak hanya untuk bertujuan pelacuran atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, misalnya kerja paksa atau pelayanan paksa dan perbudakan. Para pelaku traficking melakukan tindakan perekrutan antar daerah atau antar negara, pemindah tanganan dan pemberangkatan sampai dengan penerimaan di tempat tujuan, perempuan dan anak. Pelaku traficking sering kali orang terdekat di sekitar kita. 

“Semoga dengan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terkait tindak pidana perdagangan orang dan menghindari tindak kekerasan serta pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak,” jelas Wali Kota Probolinggo, Rukmini.

Para camat dan lurah pun diminta lebih meningkatkan administrasi di wilayahnya untuk menjaga pemalsuan identitas dan menjaga warganya di wilayah masing-masing, sehingga terhindar dari perdagangan orang di Kota Probolinggo. Ia juga berharap kepada dinas terkait agar membantu para korban yang mendapatkan perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), agar bisa melupakan permasalahannya untuk diberikan pendidikan dan pelatihan kerajinan daur ulang, menjahit dan membuat kue dari tepung jagung,” imbuhnya. (novi/humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.