Sekda Ninik Ira Wibawati saat lakukan penandatanganan sebagai bentuk komitmen dukungan STBM. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (Germas) di Kecamatan Kanigaran berlangsung begitu meriah. Tidak hanya memberikan pelayanan on the street, pagi itu (15/12), juga dilaksanakan penggalangan komitmen mewujudkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di wilayah Kecamatan Kanigaran.

Sejumlah pejabat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen dukungan STBM, seperti Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Asisten Administrasi Umum Budiono Wirawan, Camat Kanigaran Pudi Adji Tjahjo Wahono, Kepala Puskesmas Kanigaran dr Lusi Triwahyuni dan muspika Kanigaran.

Dalam laporannya, dr Lusi Triwahyuni menjelaskan, Germas merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat berpola hidup bersih dan sehat. Meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat.

“Meningkatkan produktifitas masyarakat dan mengurangi biaya kebutuhan kesehatan jika masyarakat sakit. Kami juga menggalang komitmen menuju kecamatan STBM,” jelas dr Lusi.

Germas di halaman kantor Kecamatan Kanigaran itu diisi dengan kegiatan jalan sehat (start puskesmas Kanigaran di Jalan Cokroaminoto-finish kecamatan), bazar UMKM, service on the stage hingga talkshow dengan tema peran makanan sehat dalam pencegahan stunting.

Terkait persoalan sanitasi, sejak tahun 2007 Indonesia menghadapi tantangan besar, dengan jumlah 57 juta penduduk tidak memiliki akses sanitasi layak. Penyebabnya, masih ada kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan yang menimbulkan bermacam penyakit.

Selain sanitasi, saat ini, pola makan yang buruk, asupan gizi tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan lain-lain telah melekat pada sebagian besar keseharian masyarakat kita.

Sekda drg Ninik Ira Wibawati menyatakan, berdasarkan data RISKESDAS 2007 dan RISKESDAS 2013, ada sejumlah faktor risiko perilaku kesehatan yang terjadi. Yakni penduduk kurang aktivitas fisik (26,1%), perilaku merokok penduduk sejak usia dini (36,3%),  penduduk  >10 tahun kurang konsumsi buah dan sayur (93,5%), penduduk >10 th minum minuman beralkohol (4,6%).

“Hal ini sebenarnya perlu diwaspadai karena kejadian-kejadian terburuk yang dapat mengancam jiwa umumnya dipicu oleh perilaku-perilaku buruk tersebut,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.

Untuk itu, dicanangkanlah Germas sebagai salah satu tindakan praktis dan berencana untuk memperbaiki kemampuan berperilaku sehat dan meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui kampanye germas diharapkan terwujud derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik, mengedepankan paradigma sehat, bahwa langkah pencegahan adalah lebih baik daripada mengobati,” jelas Sekda Ninik. (famydecta/humas)