Tidak Hanya Terima Honor, RT-RW di Wonoasih Ikut Sosialisasi Tentang Gratifikasi

Ketua RT/RW di Kecamatan Wonoasih saat menerima honor secara non tunai. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH – Sebanyak 189 RT dan 33 RW di enam kelurahan di Kecamatan Wonoasih akhirnya menerima honorarium mulai bulan September hingga Desember 2019. Tidak hanya sekadar penerimaan honorarium, 222 perangkat pemerintahan itu juga mengikuti sosialisasi tentang gratifikasi dari Inspektorat setempat.

Setiap orang menerima honorarium sebesar Rp 720 ribu yang dibayarkan secara non tunai melalui Bank Jatim, yang sudah stand by di halaman kantor kecamatan yang ber-tagline Noasih Sae Ongguh itu. Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo hadir mewakili Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

“Kenapa sampai empat bulan baru dicairkan, karena ada proses yang diselesaikan dan baru selesai bulan ini. Selain itu, dinamika pemilihan Ketua RT RW sangat luar biasa dan alhamdulillah tidak ada permasalahan,” ujar Camat Wonoasih Deus Nawandi, Senin (16/12) pagi.

Deus menambahkan, peran RT dan RW sangat penting sebagai pelayanan di tingkat yang paling dekat dengan masyarakat. “Terima kasih banyak kepada RT dan RW, mari terus membangun Kota Probolinggo sebagai kesinambungan dalam mewujudkan harapkan pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo menyampaikan apa yang menjadi pesan wali kota, bahwa RT-RW harus meningkatkan kinerja yang sebelumnya. Kinerja RT RW semestinya menyesuaikan dengan zaman kecanggihan teknologi.

“Harus bekerja lebih baik lagi karena era saat ini harus lebih cepat, lebih tanggap, tidak boleh monoton. Biasanya misalnya melayani surat keterangan 5 jam bisa dipangkas lebih cepat. Pelayanan yang mendesak, tidak berbelit-belit dan tidak mempersulit masyarakatnya,” katanya.

Asisten Gogol juga mengingatkan, bahwa UU gratifikasi berlaku pada semua orang tidak hanya aparat atau ASN, semua orang bisa dikenai sanksi pidana. “Bapak wali kota juga berpesan untuk hal tersebut agar diberikan sosialisasi, pemahaman, supaya Kota Probolinggo tercinta bersih dari hal demikian,” ungkapnya.

Terkait nominal honorarium, Gogol menyebut itu merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada RT-RW yang sudah membantu jalannya roda pemerintahan di Kota Probolinggo. “Ini hasil jerih payah selama ini, ini rejeki. Jangan lupa tugas RT-RW yaitu memandirikan masyarakat, melayani masyarakat dan memberi semangat supaya masyarakat menjalani kehidupan dengan senang hati,” tutur mantan Kepala BPBD Kota Probolinggo ini.

Sosialisasi terkait gratifikasi oleh Inspektorat Kota Probolinggo. Menurut Camat Deus, melalui sosialisasi ini diharapkan ada pemahaman dan implementasi di tataran RT-RW bahwa dalam pelaksanaan pelayanan publik sudah tidak mengenal pungli dan tarikan di luar ketentuan. “Aturan ini berlaku untuk aparatur pemerintah. RT-RW juga selaku pelaksana pelayanan pada masyarakat,” imbuhnya. (famydecta/humas)

Susana saat acara pembagian honor bagi ketua RT/RW sekaligus acara sosialisasi tentang gratifikasi. (Foto: Agus/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)