Perwosi Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Perempuan Probolinggo

Narasumber saat menyampaikan materi kepada peserta sosialisasi penguatan karakter perempuan probolinggo yang digelar oleh perwosi. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – “Jangan mencintai suami dan anak sepenuh hati, nanti gelo. Karena nanti, jika suatu saat suami dan anak berbuat salah, kita akan sangat sakit hati. Sisakan rasa cintanya untuk orang tua, anak yatim piatu, untuk saudara, untuk teman,” cetus Dr Umi Dayati, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi Penguatan Karakter Perempuan, Senin (16/12).

Sosialisasi di Bale Hinggil itu digelar Perwosi Kota Probolinggo dengan mengundang ratusan pengurus organisasi wanita, Tim Pengerak PKK kota, kecamatan dan kelurahan hingga Dharma Wanita Persatuan.

Dosen Universitas Negeri Malang itu juga berpesan, supaya tidak membiasakan hidup transaksional. “Misalnya begini, saya akan merawat anak agar kelak saya akan diperlakukan yang sama. Jangan berpikiran begitu. Ikhlaskan dengan mengatakan saya akan merawat anak karena anak adalah titipan Allah SWT yang harus dirawat,” katanya lagi.

Menurut perempuan yang begitu kocak saat memberikan materi ini, perempuan harus percaya diri. Serta bisa membaca keinginan suami masing-masing. Jika suami senang dilayani, maka istri harus melayani dengan sepenuh hati.

Sebaliknya, jika suami ingin istri hanya di rumah dan menemaninya, maka istri harus melakukan hal tersebut.

Umi Dayati juga berpesan tentang mendidik karakter anak yang harus super hati-hati di zaman seperti sekarang.

Otak kiri dan kanan anak akan terus berkembang hingga usia 18 tahun, maka jangan salah jika saat ini banyak anak atau remaja yang menjadi dewasa.

“Hati-hati dalam mengurus anak. Hati-hati dengan HIV, LGBT, sex bebas, narkoba dan hal negatif lainnya. Sebagai orang tua, kita harus hati-hati. Namun, ada kalanya melepas mereka (tidak terlalu mengekang),” tegas Umi yang juga dikenal sebagai motivator ini.

Suasana saat digelar acara sosialisasi penguatan karakter perempuan probolinggo yang digelar oleh perwosi. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Nomorsatukan Keluarga

Untuk perempuan Kota Probolinggo, Umi berpesan agar dalam kehidupan dan organisasi bisa saling memberikan masukan, siap bekerjasama. “Siap menjadi perempuan cerdas, hebat, bijak, mandiri,” teriak undangan yang hadir kepada Ketua TP PKK Aminah Hadi Zainal Abidin dan Ketua Perwosi Diah Kristanti Subri, yang berdiri di depan panggung.

“Tetap semangat! Bersama-sama kita majukan Kota Probolinggo,” jawab Aminah disambut tepuk tangan peserta sosialisasi, pagi itu.

Diah Kristanti Subri, usai sosialisasi, saat ditemui mengatakan, selain program kerja Perwosi Kota Probolinggo, kegiatan ini ingin memberikan motivasi kepada perempuan-perempuan yang ada di Kota Probolinggo. Ia percaya, seorang perempuan yang bahagia maka keluarganya akan bahagia.

“Kami ingin menjadikan Kota Probolinggo yang wanitanya hebat dengan tetap menomorsatukan keluarga. Banyak hal baru yang kita peroleh dalam sosialisasi ini,” terangnya.

“Seperti bagaimana caranya mendampingi suami, harus tahu karakter suami seperti apa. Tidak hanya itu, tentang pendidikan anak juga menjadi pembelajaran bagaimana kita mendidik anak dengan baik,” imbuh istri Wawali Mochammad Soufis Subri ini. (famydecta/humas)