2.842 GTT/PTT Resmi Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Kabar gembira bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Mulai November ini, mereka resmi terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Deputi Wilayah Jatim Bidang Pelayanan, Gigih Wahyu Utomo saat Launching Kepesertaan 2.842 GTT/PTT dalam BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (23/11) di Gedung Puri Manggala Bhakti.

Menurut Gigih, kepesertaan GTT/PTT ini merupakan bentuk perhatian serius dari pemkot setempat terhadap pegawainya. “Meskipun bukan pegawai ASN, GTT/PTT ini juga turut mengabdi pada pemerintah setempat sehingga mereka juga berhak mendapatkan kepastian hak atas keselamatan kerja,” ujar Gigih.

Dalam kepesertaannya, GTT/PTT akan terdaftar dalam dua program BPJS Ketenagakerjaan, yakni resiko kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Sebagai bentuk program CSR (Coorporate Social Responsibility) dari BPJS Ketenagakerjaan, untuk dua bulan awal yakni November dan Desember 2017, pembayaran iuran akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan alias gratis.

Sementara itu, mulai Januari 2018, Wali Kota Rukmini meminta tiap OPD agar bisa mengusahakan pembayaran iuran bagi GTT/PTT melalui APBD, yakni sebesar Rp 10.000 per bulan. “Untuk dua bulan ini memang digratiskan sebagai bentuk CSR dari BPJS Ketenagakerjaan. Namun untuk tahun depan saya minta agar tiap OPD dapat menyiapkan pembayaran iurannya,” jelas Rukmini. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat, Wahono menyatakan bahwa berdasarkan hasil rapat sebelumnya, memang ada rencana untuk menaikkan gaji GTT/PTT yang nantinya bisa dipergunakan untuk membayar iuran tiap bulannya. “Sehingga kenaikan itu bisa digunakan untuk membayar iuran tiap bulannya. Namun (keputusan) ini masih belum final. Kita tunggu saja perkembangannya nanti,” jelas Wahono. 

Terpisah, Penata Madya Pemasaran Keuangan dan TI pada BPJS Ketenagakerjaan, Esti menyatakan bahwa BPJS ketenagakerjaan memiliki 4 program berbeda bagi para pekerja di Indonesia. Selain program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, dua program lainnya antara lain jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Menurutnya, meskipun saat ini GTT/PTT hanya terdaftar pada dua program saja, mereka nanti dapat mendaftar untuk program lainnya secara individu. “Jika mereka memilih untuk menggunakan tiga program, iuran per bulan sekitar Rp 130.000. Jika menggunakan 4 program sekaligus, iurannya Rp 140.000,” jelas Esti. (alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.