Wali Kota Ingatkan Pol PP Lebih Manusiawi

image_pdfimage_print


MAYANGAN. Selain Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja(Sat Pol PP)  merupakan instansi pemerintah yang memiliki andil cukup besar dalam pengendalian penyebaran HIV.  Dinas Kesehatan berperan dalam melakukan pengobatan, sosialisasi pencegahan, serta pendampingan ODHA (orang dengan HIV AIDS). Sementara Satpol PP bertindak langsung dalam mengawasi penyebaran HIV di lapangan. Salah satu kegiatan nyata dari Sat Pol PP adalah melakukan operasi/razia terhadap orang-orang yang bekerja sebagai tuna susila atau lebih dikenal dengan istilah PSK.
Mengingat krusilanya peran Sat Pol PP tersebut, Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengingatkan agar mereka tidak kasar di lapangan. “ Sat Pol PP harus lebih manusiawi. Kalau sedang tugas razia terhadap saudara-saudara kita yang bekerja seperti itu (tuna susila) ya jangan kasar-kasar. Saya sering mendengar kalau ada Sat Pol PP, waria-waria yang kedapatan sedang di jalan itu lari. Ada yang masuk sungai. Ada yang nyemplung got. Kalau sudah ketangkep, diangkut dengan kondisi mereka masih basah bahkan blethok kabeh awake (badan penuh lumpur),” ujar Wali Kota.
Rukmini meminta agar wari atau para tuna susila yang tertangkap tidak hanya diinterogasi dan didata saja. “Kalau sudah ditangkap, jangan hanya didata. Saya minta mereka mendapat pengarahan untuk hidup yang lebih baik. Latih mereka agar beralih profesi. Apa nanti mau buka toko sembako, mau buka salon kecantikan, mau jadi penjahit. Itu lebih baik. Saya minta mereka didata, Dinas Sosial harus memberikan bantuan sosial bagi mereka. Keuangan (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) yang seperti ini harus mendapat dukungan anggaran. Jika mereka mau beralih profesi, kita support mereka. Kita ucapkan terima kasih kepada mereka,” tambah Rukmini.
Pernyataan tersebut disampaikan Rukmini saat membuka gebyar hari AIDS sedunia 2017 di Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, (26/11). Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan kepada masyarakat luas agar menghapus stigma negative terhadap ODHA. “Saya menginginkan adanya pemahaman masyarakat tentang HIV AIDS ini. Dengan begitu, stigma terhadap ODHA bisa dihilangkan. Saya juga mengingatkan pentingnya tes HIV/AIDS untuk masyarakat Kota Probolinggo, terutama yang memiliki resiko tinggi terhadap HIV,” himbau Wali Kota.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, Joesminingsih menginformasikan terkait inovasi pencegahan HIV di Kota Probolinggo. “Dinas Kesehatan memiliki SIKEPO atau Sistim Inovasi Kelompok Peduli ODHA. Mitra SIKEPO terdiri dari Tokoh Masyarakat, Kader Posyandu, serta Pelajar. Mereka ini nantinya yang akan mensosialisasikan pencegahan HIV AIDS, meyakinkan ODHA dan orang-orang yang beresiko untuk tes HIV,” ujar Joesminingsih. (abdurhamzah/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.