Wali Kota Habib Hadi saat memetik anggur di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Selasa, (17/12) siang, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin melakukan kegiatan petik anggur yang di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo. Petik anggur di Kebun Wisata Studi  Pertanian  (KWSP)  itu ada tiga jenis anggur yang memasuki masa panen. Yakni anggur merah “Prabu Bestari”, anggur Delaware dan anggur Kediri Kuning.

Siang itu, wali kota bersama jajarannya mengecek secara langsung kadar kemanisan anggur yang baru di panen, dengan tingkat kemanisan mencapai 20 brix. “Anggur di Kota Probolinggo rasanya sangat manis dan perlu dikembangkan,” ucapnya.

Habib Hadi sapaan akrabnya menjelaskan Kota Probolinggo identik dengan buah mangga dan anggur. Buah anggur merupakan salah satu ikon dari  Kota Probolinggo. “Untuk itu, kita harus bisa melestarikan buah anggur dan mangga. Sehingga, kita bisa menunjukkan kepada wisatawan yang berkunjung di Kota Probolinggo, saat menanyakan khas dari Kota Probolinggo. Dan, kita bisa menunjukkan bahwa anggur dan mangga di Kota Probolinggo itu ada,” tegasnya.

Rencananya, tahun depan, di setiap OPD baik dari kecamatan dan kelurahan harus ada tanaman anggur. Pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menyosialisasikan  dan memberi contoh cara menanam anggur yang baik. Selain itu juga akan dibagikan bibit anggur kepada masyarakat Kota Probolinggo.

Ia mengimbau masyarakat Kota Probolinggo yang mempunyai lahan kosong bisa menanam anggur. Sehingga, bisa menambahkan penghasilan bagi warga Kota Probolinggo. “Pemerintah Kota Probolinggo terus berupaya untuk mempertahankan ikon Kota Probolinggo yaitu anggur dan mangga bisa berkembang lebih baik lagi,” ujar Habib Hadi.

Plt. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sudiman menjelaskan tahun depan pemerintah berupaya untuk menggembalikan ikon Kota Probolinggo khususnya anggur. Ia juga menjelaskan anggur Probolinggo dengan anggur yang dijual dipinggir jalan lebih manis anggur di Kota Probolinggo. Dan sudah terbukti, kadar kemanisan anggur Probolinggo sudah mencapai 20 brix. Padahal dengan angka 14 brix saja, buah itu sudah manis.

“Anggur Probolinggo tidak kalah dengan anggur yang dijual di pasaran, dari rasanya juga berbeda. Saya berharap kedepannya masyarakat khususnya di Kota Probolinggo bisa lebih banyak lagi yang menanam  buah anggur. Sehingga, anggur yang menjadi Ikon Kota Probolinggo lebih dikenal lagi,” ujarnya. (noviati/humas)

Wali Kota Habib Hadi saat mengecek kadar kemanisan anggur yang sudah dipanen. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)