Wali Kota Habib Hadi saat sambutan dalam kegiatan penyerahan honorarium RT dan RW se- Kecamatan Kedopok. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KEDOPOK – Banyak pesan yang disampaikan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, saat bertemu dengan 185 ketua RT-RW se-Kecamatan Kedopok dalam kegiatan penyerahan honorarium bulan September sampai Desember, Rabu (18/12) di Pendapa Kecamatan Kedopok.

Tahun 2020 program pembangunan sepertinya akan terkonsen di wilayah Kecamatan Kedopok. Yaitu pembangunan rumah sakit yang berada di Kelurahan Sumber Wetan dan Kareng Lor serta pembangunan Polsek Kedopok di Jalan Serayu, Jrebeng Kulon.

“Kami optimis dengan adanya rumah sakit maka pusat ekonomi akan berkembang pesat di Sumber Wetan dan Kareng Lor, yang akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Terkait pembangunan polsek, Polda Jatim sudah datang dan akan ada persetujuan, “ terang Camat Kedopok Imam Cahyadi.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi meminta RT-RW bersama pemerintah menjaga kekompakan dan kebersamaan serta harus mau berintrospeksi diri. Apa yang dilaksanakan tahun 2020 nantinya bisa dilaksanakan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Ia pun meminta silaturahmi tetap terjaga, sehingga komunikasi berjalan lancar untuk menyamakan pemahaman bahwa ada gawe besar di tahun 2020 mendatang. Wali kota membenarkan Kedopok akan menjadi konsen pembangunan sesuai janji politiknya.

“Pembangunan bisa terealisasi bukan semata-mata karena kepandaian, tetapi amanah yang dipercayakan kepada kami untuk membangun rumah sakit baru. Mari bersama-sama melakukan yang terbaik demi suksesnya pembangunan di Kota Probolinggo,” pesannya pada ketua RT-RW.

Suasana saat kegiatan penyerahan honorarium RT dan RW se- Kecamatan Kedopok. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Pada kesempatan itu, Habib Hadi juga mengingatkan penggunaan dana kelurahan. “Sejak awal saya ingatkan, jangan sampai terjadi apa-apa. Lakukan semuanya sesuai SOP (standar operasional prosedur). Rejeki sudah ada yang mengatur, jangan tamak. Dinikmati saja apa adanya,” singgungnya terkait dana kelurahan yang nominalnya memang sangat besar namun harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, RT-RW diminta peka terhadap kedatangan tamu yang datang ke lingkungan masing-masing. Identitas harus lengkap dan diketahui oleh RT-RW. “Wajib lapor untuk tamu 1×24 jam, jaga kenyamanan dan keamanan serta peka dengan wilayah masing-masing,” pesannya.

Arahan yang disampaikan wali kota itu mendapat respon positif dari salah satu ketua RW di Kecamatan Kedopok. “Arahan Bapak wali kota sangat bagus, beliau memotivasi RT RW biar semangat dan amanah. Beliau meminta kami transparan. Uneg-uneg yang disampaikan Bapak wali kota memacu semangat kami, dan kami siap mendukung program beliau,” tegas Buati, Ketua RW 4 Kelurahan Jrebeng Kulon. (famydecta/humas)