Kota Probolinggo, Kota Ramah Ikan

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar Malam Silaturahmi Komunitas Kota Probolinggo (Masikom Tanggo). Kali ini, Masikom Tanggo bertajuk K-RAMI (Kota Ramah Ikan) yang dikomandoi Dinas Perikanan, Senin (4/11) malam, menggundang komunitas perikanan dari kelompok nelayan, pembudidaya, pengolah, serta stakeholder penunjang/sponsor.

Penyuluhan yang dikemas dengan acara talk show, dengan  narasumber Ketua Kadin Kota Probolinggo Indi Eko Yanuarto, dimoderatori langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Budi Krisyanto. Selain memberikan kiat-kiat pengembangan usaha, waktu itu juga disosialisasikan peraturan wali kota nomor 100 tahun 2017 tentang Kebijakan Kota Ramah Ikan.

Budi Krisyanto menjelaskan, keberadaan kebijakan ini untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam mengkonsumsi ikan yang masih rendah. Serta upaya pengelolaan sumberdaya ikan yang lestari, ramah lingkungan, berkelanjutan dan peningkatan produksi perikanan dan peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat di wilayah kota Probolinggo.

K-RAMI sendiri mempunyai ruang lingkup kebijakan yakni, aKu (diri pribadi) suka makan ikan, Keluarga yang menyediakan menu ikan setiap hari, Kampung Ramah Ikan, Kelurahan Ramah Ikan, Kecamatan Ramah Ikan, Kantor Ramah Ikan, Kawasan yang terdiri dari Sekolah, Pondok Pesantren, Panti Asuhan, Kampus Ramah Ikan, serta Kota Ramah Ikan . “Ayo semua ramaikan ramah ikan!,” ungkap Budi Kris.

Kedepannya, Dinas Perikanan akan bekerjasama dengan LIPI untuk memproduksi ikan dengan kemasan kaleng. Kadin (Kamar Dagang dan Industri) juga akan berupaya meningkatkan keterampilan nelayan dengan tidak mengandalkan melaut tapi juga dengan budidaya ikan. “Dengan harapan kedepannya potensi produksi ikan bisa lebih maksimal,” sahut Indi Eko.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Rukmini yang pada malam itu juga hadir, kebijakan Kota Ramah Ikan ini, merupakan upaya Pemerintah Kota Probolinggo untuk menggugah kesadaran masyarakat di wilayah kota Probolinggo. Dalam pengelolaan sumberdaya ikan yang lestari, ramah lingkungan, berkelanjutan serta peningkatan produksi perikanan dan peningkatan konsumsi ikan.

Malam itu, Rukmini juga menyerahkan penghargaan kepada Juara Harapan I Muhammad Nur Arif Budiman sebagai Duta Gemarikan Provinsi Jawa Timur. Memberikan penghargaan kepada Kantor Ramah Ikan yakni Kecamatan Mayangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan Kelurahan Kebonsari Kulon. Penghargaan juga diberikan kepada Komite Ramah Ikan  Nelayan, pembudidaya, dan pengelola ikan yang telah melakukan usaha perikanan selama 10 tahun dan telah memberikan sosialisasi dan promosi tentang perikanan yaitu Arifin, Samsul Arifin, dan Maria Utami. (malinda/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.