Boyong Tiga Penghargaan IMP (Got three awards of IMP)

image_pdfimage_print

 

                Kota Probolinggo kembali mengukir prestasi membanggakan. Sebanyak tiga penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) Bidang Pelayanan Jasa Perkotaan tahun 2014 dianugerahkan Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo kepada Walikota Probolinggo Rukmini, Kamis (12/3) di Balai Kota Surabaya.

            Probolinggo city got the achievement. There are three awards Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP/Urban Management Innovation) for Urban service of 2014, handed by the Minister of Home Affairs of Indonesian Republic Tjahjo Kumolo to Probolinggo mayor Rukmini, on Thursday(12/3) at Surabaya City Hall.

                Sesuai Keputusan Mendagri No 004-4670 tahun 2014 tentang Penetapan Pemenang Penghargaan Imp Bidang Pelayanan Jasa Perkotaan yang ditetapkan 1 Desember 2014, tercatat ada 15 penghargaan yang diraih sejumlah daerah di Indonesia.

            Based on the Minister of Home Affairs Decree no. 004-4670 of 2014 on the determination of the winner of IMP Award for Urban Service set at 1st December 2014, there are 15 award achieved by some region of Indonesia.

                Untuk Kota Probolinggo, Mendagri RI menganugerahkan kepada Pemerintah Kota Probolinggo Bersama Masyarakat di Bidang Pengelolaan Tata Ruang Sub Bidang Pengelolaan Limbah Air, Bidang Pengelolaan Sanitasi Sub Bidang Pengelolaan Limbah Air, Bidang Pengelolaan Sanitasi Sub Bidang Drainase. Dalam anugerah tersebut Kota Probolinggo menduduki peringkat ketiga, dengan kategori cukup baik.

            For Probolinggo city, the minister of home affairs gave the award for the field of spatial management in space utilization sub field, for the field of sanitation management in waste water management sub field and drainage sub field. In this award, Probolinggo city got third rank, quite well category.

                Dengan diterimanya penghargaan ini, Kota Probolinggo dinilai memiliki terobosan dan ide-ide dalam menciptakan pelayanan masyarakat. Dirjen Bina Pembangunan Daerah M. Marwan mengungkapkan, tujuan pemberian penghargaan ini untuk mendorong meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah terhadap pelayanan masyarakat. Dan, memotivasi pemerintah baik kota dan kabupaten untuk melakukan IMP secara kontinu dan berkesinambungan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

            Receiving this award, Probolinggo city was valued having some breaktrough and ideas in creating the service for the people. The directorate general of regional development M. Marwan said that the goal of giving the award is to increase the performance quality of the regional government for giving the service for the people. And it is also to motivate the regional government to get IMP continually dan suatainable to increase the service for the people.

                Walikota Probolinggo Rukmini mengaku sangat bangga dengan prestasi yang diraih meski harus berpuas pada peringkat ketiga. “Bersyukur, alhamdulillah sekalipun masih di juara tiga tetapi tingkatnya nasional. Kami akan terus melibatkan masyarakat dalam membangun kota agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

            Probolinggo mayor Rukmini confessed that she is very proud for the achievement whether in the third rank. “Thanks God, Alhamdulillah even we have third rank, but it is national level. We will continue to involve the people in developing this city to be better,” she said.

                Walikota perempuan pertama di kota mangga ini mengungkapkan, yang menjadi contoh Kota Probolinggo adalah Kota Surabaya. Dua kota di Jawa Timur ini sama-sama mendapat tiga anugerah IMP dalam bidang dan sub bidang yang berbeda. Kota Surabaya mendapat kategori sangat baik, sedangkan Kota Probolinggo cukup baik.

            The first female mayor in this mango city said, that Surabaya city is the rolemodel for Probolinggo city. This two cities in East Java Province got three awards of IMP on the different fields. Surabaya city get very well category, and Probolinggo city got quite well.

                “Kegiatan pembangunan selalu menjadi prioritas. Inovasi yang muncul menjadi motivasi agar bisa lebih baik lagi. Sekarang kita masih di posisi ketiga, semoga selanjutnya kita bisa berada di posisi teratas,” harap Rukmini yang waktu itu didampingi sejumlah kepala satuan kerja terkait.

            “Development always becomes the priority. The innovation is to be a motivation to get better. Now we are in the third rank, hopefully we could in the highest rank for the next,” hoped Rukmini accompanied by some of the head of the related working units.

                Dalam sambutan selamat datangnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengapresiasi penghargaan yang diberikan oleh kemendagri. “Acara penghargaan ini untuk mendorong IMP melakukan inovasi yang baik karena ada harapan dalam award yang diberikan. Penilaian dari kalangan profesional, kenetralannya bisa dipertanggungjawabkan,” tutur Pakde Karwo.

            In his welcome speech, Governor of East Java Province Soekarwo appreciates the award given by the the ministry of Home affairs. “This award is to encourage making good innovation because there are hopes in this award. The assessments is from the professionals, their neutrality could be accountable,” said Pakde Karwo.

                Manajemen perkotaan di Jawa Timur, kata Pakde Karwo, menjadi penanganan serius karena terkait dengan perkembangan suatu daerah dan arus urbanisasi. Ia pun berharap, Kemendagri tidak hanya menggelar penghargaan IMP tetapi penghargaan lain yang ada dalam bidang kementerian yang dimaksud.

            The Urban Management in East Java Province, said Pakde Karwo, becomes the serious handling related to the development of some areas and the urbanization. He also hoped, the ministry of home affairs not only give the IMP award but also another award in the different fields.

                Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo mengucapkan selamat atas prestasi yang berhasil diraih oleh sejumlah daerah. “Selamat atas inovasinya, semoga bisa dipertahankan. Tapi, tidak dipertahankan saja tetapi mampu menciptakan inovasi-inovasi lain,” jelasnya.

            Meanwhile, the minister of home affairs Tjaho Kumolo congrats for achievement of some region. “Congrats for the innovation, hoped it can be maintained. But also it could create new innovations,” he explained.

                Tjahjo menegaskan, jika di 538 kota/kabupaten di Indonesia menggali inovasi maka masing-masing daerah memiliki prestasi yang dibanggakan oleh kepala daerah, DPRD dan masyarakatnya. Sehingga kepala daerah, DPRD atau masyarakat bisa studi banding ke daerah tersebut.

            Tjahjo explained, if 538 cities/regions of Indonesia could create their own innovation, so each of them could have achievement that make their head of region, their regional parliament, and their people proud. So another region could make a comparative study to their region.

                Pada kesempatan itu, Mendagri menyampaikan polemik yang terjadi di Provinsi DKI Jakarta tidak terjadi di daerah lain di Indonesia. Katanya, sebuah daerah pasti memiliki kepala daerah (gubernur/walikota/bupati) dan DPRD yang dipilih oleh rakyat selama siklus 5 tahun. Keputusan politis pembangunan di daerah yang menyangkut APBD atau raperda harus diputuskan bersama antara kepala daerah dan DPRD.

            On this occasion, the minister of home affairs hoped that the polemic happened in DKI Jakarta province could not occured in another region of Indonesia. He said, a region definitely has the head of region (governor/regent/mayor) and the regional parliament which is chosen by the people for 5 years. The political desicion for regional development which is related to the regional development budget or draft of regional Act should be decided together between the head of the region and the regional parliament.

                “Tugas pokok dan fungsinya (kepala daerah dan DPRD) sama, menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sampai detik ini, yang saya lihat sudah berjalan dengan baik. Dalam perkembangan jika terjadi dinamika, itu wajar,” terangnya.

            “The main task and the function (of the regional head and the regional parliament) are the same, to collect and to fight for the people’s aspiration. Till this time, I saw it run well. If there are some differences in the progress, that is natural,” he said.

                Menurut politisi PDIP ini, skala prioritas dalam APBD/APBN adalah anggaran sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang optimal. “Yang lainnya, sesuaikan standar yang ada. Penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran harus tertib, jangan terlambat atau sampai merugikan pembangunan dan aparatur pemerintah daerah. Ada 80 persen daerah dengan anggaran tertinggi pada aparatur, 19,5 sampai 20 persen untuk pembangunan. Hanya ada 7 persen kota/kabupaten anggaran pembangunannya lebih tinggi dari aparatur,” imbuh Tjahjo.

            According to this PDIP politician, the priority scale of the regional or national development budget are the budget for the education, health, and best infrastructure. “The other are, adapted with the standard. The usage and the accountability of the budget should be ordered, do not be late or adverse the development and the regional government apparatus. There are 80% of region which has the highest budget for the apparatus, 19,5 till 20% for the development. There are only 7% of region/city that has the development budget is higher than the apparatus budget,” added Tjahjo.

                Ia meminta kepada kepala daerah perempuan agar memberikan perhatian khusus pada beberapa penyakit yang menjadi penyebab tertinggi angka kematian. Misalnya, kematian pada ibu melahirkan/hamil dan kanker serviks. Ia berharap permasalahan itu bisa ditangani dan dipelopori dengan inovasi baru dengan cara melayani dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. (fa)

            He asked to the woman regional head to give an special care for some diseases that become the highest cause of death. For instance, the mother death when they give birth/pregnant and the cervical cancer. He hoped this problem could be handled and pioneered by the new innovation by way of serving and keeping in touch directly with the people.

Pemenang Penghargaan IMP Perkotaan Bidang Jasa Perkotaan 2014

 The Winner of The IMP Award For Urban Service Field of 2014

Field                : Traditional Market Management

  1. Berau Regency   (very well)
  2. Surakarta city     (well)
  3. Pekalongan city  (quite well)

Field                : Slum Arrangement

  1. Yogyakarta city (very well)
  2. Pekalongan city (well)
  3. Surakarta city (quite well)

Field                : Street vendors Arrangement

  1. Maros Regency (very well)
  2. Magelang city (well)

Field                : Spatial Arrangement

Sub Field         : Green Open Space Arrangement

  1. Surabaya city (very well)
  2. Tarakan city (well)
  3. Banda Aceh city (quite well)

Sub Field         : Space Utilization

  1. Surakarta city (very well)
  2. Banjarmasin city (well)
  3. Probolinggo city (quite well)

Field                                : Sanitation Management

Sub Field         : Waste Management

  1. Surabaya city (very well)
  2. Magelang city (well)
  3. Bontang city (quite well)

Sub Field         : Waste Water Management  

  1. Banda Aceh city (very well)
  2. Bontang city (well)
  3. Probolinggo city (quite well)

Sub Field         : Drainage Management

  1. Surabaya city (very well)
  2. Palopo city     (well)
  3. Probolinggo city (quite well)

Sub Field         : Clean Water Management  

  1. Balangan Regency (very well)
  2. Banyuwangi Regency (well)
  3. Padang city (quite well)

Leave a Reply

Your email address will not be published.