Terminal Cargo

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Dinas Perhubungan Kota Probolinggo terus berupaya mengurangi kepadatan kendaraan barang yang melintas di dalam wilayah kota. Salah satunya dengan meresmikan fasilitas parkir angkutan barang dan kendaraan operasional, Senin (4/12). Sebenarnya, fasilitas ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu yang dikenal dengan terminal cargo.
Kini, sesuai dengan UU nomor 2 tahun 2009 namanya berubah menjadi fasilitas parkir angkutan barang dan kendaraan operasional. Kepala Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Sumadi menjelaskan, penetapan nomenklatur fasilitas parkir angkutan barang, sebagaimana tercantum pada anggaran Dinas Perhubungan Kota Probolinggo tahun anggaran 2017 yang sebelumnya bernama terminal cargo.
Fasilitas tersebut sebagai penyediaan layanan parkir penyediaan barang dan sarana mobilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan pelayanan publik dan pembangunan daerah di wilayah Kota Probolinggo. “Sekaligus untuk mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target Rp 6,9 juta pada tahun 2017. Hingga saat ini sudah mencapai Rp 27,350 juta atau 300 persen,” tegas Sumadi.
Tahun 2017, Dinas Perhubungan dapat melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana mobilitas pendukung pelayanan publik berupa 1 unit truk dan 3 unit sepeda sebagai armada operasional tambahan guna meningkatkan pelayanan Dinas Perhubungan.
“Kehadiran fasilitas parkir angkutan barang ini adalah sebagai salah satu alternatif jawaban Pemerintah Kota, dalam memberikan layanan tempat parkir kendaraan barang dan dalam mendukung kegiatan logistik barang di Kota Probolingggo. Serta diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan barang yang melintas didalam wilayah tengah Kota Probolinggo. Adanya fasilitas parkir angkutan barang ini, dapat memberikan tambahan kontribusi pada PAD,” harap Wali Kota Probolinggo, Rukmini.
“Kepala Dinas Perhubungan, saya minta segera menertibkan truk angkutan barang yang dibongkar di tepi jalan, untuk diarahkan dan diparkir disini itu lebih bagus, sehingga menggurangi kepadatan kendaraan barang yang melintas di Kota Probolinggo,”ujarnya.
Rukmini juga berharap kepada para pengguna jalan untuk senantiasa tertib dan disiplin berlalu lintas dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan fasilitas keselamatan jalan lainnya. “Kita harus kerja keras dan bersungguh-sungguh dari semua pelaku usaha angkutan dan ekspedisi beserta pemerintah agar kita mampu bersaing dengan kota-kota lainnya,” imbuhnya.
Kegiatan pagi itu dilanjutkan peresmian secara simbolis nomenklatur oleh Wali Kota Probolinggo dengan penguntingan pita. Sedangkan peresmian kendaraan operasional pada Dinas Perhubungan dengan pecah kendi, penanaman bibit pohon secara simbolis dan uji coba pintu portal otomatis.
Peresmian perubahan nomenklatur dilakukan Wali Kota Probolinggo Rukmini. Hadir pula Ketua DPRD Agus Rudianto Ghofur, perwakilan Polres Probolinggo Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Didik Sunarnyoto, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah dan Ketua Organda. (novi/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.