Wali Kota Habib Hadi saat berdialog dengan para warga Kelurahan Sumber Wetan seusai shalat Istiqo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KEDOPOK – Dampak musim kemarau yang panjang dan tidak meratanya hujan di wilayah Kota Probolinggo, warga Kelurahan Sumber Wetan menggelar shalat Istiqo di Sumber Mata Air Sumber Wetan, Jumat (27/12) pagi.

Shalat Istisqo dilaksanakan untuk meminta hujan oleh puluhan warga di area sumber mata air yang kering. Hampir setiap tahun jika hujan tidak turun, warga setempat menggelar selametan dan shalat Istisqo.

“Kami berharap hujan segera turun di wilayah kami ini,” kata Sumardi, warga RT 2 RW 2. Menurutnya, dampak keringnya sumber mata air berdampak pada lahan pertanian warga sekitar. Harusnya saat ini mereka sudah menanam padi tapi itu tidak berani dilakukan karena belum musim hujan.

Akhirnya, lahan pertanian warga terpaksa dibiarkan sambil menunggu musim hujan. “Sebelumnya kami menanam jagung, kalau sekarang ditanami jagung lagi takut ga nututi keburu hujan,” jelas Sumardi saat ditemui usai Istiqo.

Pagi itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin hadir memenuhi undangan masyarakat. Pada kesempatan itu ia menyampaikan beberapa hal terkait kebijakan dan program yang sudah dilaksanakan di satu tahun pemerintahannya. Ia juga mengundang warga ke rumah dinas jika ada informasi untuk berdoa bersama.

Ketua RT 4 RW 2, Suci menjelaskan, warganya sangat kompak untuk menggelar kegiatan di pagi ini. “Kami minta hujan, minta doa dan barokah. Karena dampak sumber air ini sumur tidak ada, mata air tidak ada, sanyo tidak keluar,” imbuhnya.

“Semoga apa yang kita harapkan, doa kita diijabah Allah SWT,” tutur Wali Kota Habib Hadi mengakhiri dialognya dengan warga. (famydecta/humas)