Wali Kota Apresiasi Peran Aktif Warga Pertahankan Ikon Anggur

Wali Kota Habib Hadi membagikan anggur hasil panen milik Ari Fatoko warga Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor ke warga. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KEDOPOK – Kepedulian Ari Fatoko, warga Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok yang menanam pohon anggur di halaman rumahnya, mendapat atensi dari Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Jumat (27/12) pagi, wali kota hadir untuk meninjau panen perdana anggur prabu bestari yang ditanam 1 Januari 2018 lalu itu.

Ditemani Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sudiman, Wali Kota Habib Hadi memanen anggur yang bibitnya diperoleh Ari dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan tersebut. Ukuran anggur prabu bestari milik Ari dan keluarganya memang lebih besar dari milik dinas.

Ari Fatoko menceritakan, kebun anggur setinggi empat meter di halaman rumah itu sudah turun temurun dari buyut hingga sampai saat ini. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, Ari menyebut di rumahnya sudah menanam anggur yang berwarna hitam dan hijau.

“Ini dari leluhur saya dan kebetulan anggur juga menjadi ikon Kota Probolinggo. Akhir-akhir ini ikon kota mati suri, lalu saya bangkit lagi karena merasa berkewajiban menanam anggur,” cerita pria berambut gondrong itu.

Menurut Ari, merawat anggur tergantung semangat yang dimiliki diri sendiri. “Kalau semangat, yang sulit jadi gampang. Merawat anggur seperti merawat bayi, kalau dibiarkan begitu saja pasti sakit-sakitan. Kalau merawatnya asal-asalan tidak akan jadi seperti ini,” ujarnya sambil menunjuk ke arah anggur yang bergelantungan.

Mulai pertama menanam sampai ke atas, Ari selalu mengontrol terus. Ia menanam anggur setinggi 4 meter karena ada di depan rumah, supaya tidak terhalang orang berjalan. Jika di perkebunan tingginya cukup 1,6 meter sudah maksimal dan bagus. Beberapa jenis anggur milik Ari dan keluarga yang ditanam antara lain prabu bestari, probolinggo super, alvonso, giovani dan sebagainya.

“Warga di lingkungan sini sangat mendukung untuk ditanam anggur. Rencana tanah aset jadi perkebunan anggur itu kami sambut dengan senang hati supaya bisa mempertahankan ikon, bisa menerima tamu belajar ke Kota Probolinggo,” jelas Ari yang melakukan pemangkasan daun anggur selama tiga kali dalam 1,5 tahun ini.

Wali Kota Habib Hadi sangat mengapresiasi warganya ada yang punya kesadaran untuk memanfaatkan lahan untuk menanam anggur. “Ini menjadi contoh, asal ada kemauan di halaman rumah pun bisa dimanfaatkan. Selain rindang, nyaman, ada hasil ekonomi juga,” katanya.

Untuk memotivasi warga di sekitar Kelurahan Jrebeng Lor itu, Habib Hadi akan menyulap lahan aset yang ada di sisi timur rumah Ari menjadi perkebunan anggur. “Jika masyarakat sudah terlatih seperti ini bisa memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melestarikan ikon kota. Pemerintah Kota Probolinggo akan mendorong dan memfasilitasi,” seru Habib Hadi.

Langkah pasti di tahun 2020, wali kota akan mengadakan tanam anggur secara masal bagi di lingkungan masyarakat dan instansi di Kota Probolinggo. Dengan peran aktif masyarakat maka ikon anggur dapat kembali hidup dan bertahan. Bahkan rencananya di tahun 2021 tanaman anggur yang ditanam akan dilombakan. (famydecta/humas)