Danramil dan Babinsa Diharapkan Dapat Bersinergi Dengan Pemkot

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Masalah keamanan masih menjadi hal yang paling disoroti di Kota Probolinggo. “Masih banyak begal atau maling yang berkeliaran si wilayah Probolinggo ini, dan tega melukai ataupun membunuh korbannya,” kata Wali Kota Probolinggo, Rukmini. Maka dari itu, wali kota mengharapkan para Danramil (Komandan Rayon Militer) dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk terus meningkatkan kewaspadaan dalam mengamankan wilayahnya masing-masing. 

Hal ini disampaikan wali kota didepan seluruh Danramil dan Babinsa yang bernaung di bawah Kodim (Komando Distrik Militer) 0820 Probolinggo, di Aula Markas Kodim, Rabu (13/12). Dalam hal ini wali kota berlaku sebagai nara sumber untuk Apel Danramil dan Babinsa Tersebar Tahun 2017 yang diadakan oleh Kodim 0820 Probolinggo.

Selain itu, Rukmini juga mengingatkan bahwa tahun depan adalah tahun pemilihan umum. “Saya mengharapkan keamanan terjaga, jangan sampai kerusuhan yang pernah terjadi terulang kembali,” katanya. Seperti yang pernah diberitakan, pada Pemilu tahun 2013 terjadi kerusuhan sampi melakukan pembakaran di Kecamatan Mayangan. “Semoga pemilu tahun depan dapat berjalan dengan aman, tertib dan sukses,” lanjutnya.

Wali kota yang didampingi oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga berpesan kepada seluruh ASN dan TNI untuk bersifat netral dalam pemilu. ”Jangan sampai terlihat mendukung salah satu calon walaupun itu nanti yang anda pilih, bila ketahuan tidak netral tentunya ada sanksinya,” kata Rukmini. 

Dia juga menyinggung tentang kehadiran pemilih pada tahun 2013 yang hanya mencapai 70 persen. “Kira-kira bisa gak para Babinsa ini ikut ngoprak-ngoprak pemilih di wilayahnya untuk hadir dan mencoblos sehingga persentase kehadiran pemilih akan naik?,” tanya wali kota dan dijawab “bisa” secara serempak oleh para Babinsa yang hadir.

Tak lupa, wali kota mengingatkan bahwa koordinasi yang dilakukan kedua instansi (pemkot dan TNI) harus ditingkatkan. “Bila di Kodim ada bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), bisa disinkronkan dengan data yang ada di pemerintah kota,  apakah penerima memang belum pernah dapat bantuan, jadi nantinya tidak dobel anggaran,” kata wali kota. 

Rukmini juga menjabarkan beberapa program-program yang dilakukan oleh Pemkot Probolinggo. “Saya mengharapkan dukungan dari bapak-bapak sekalian terhadap program-program yang dijalankan oleh pemkot, agar tercipta masyarakat yang damai dan sejahtera,” tambahnya.

Komandan Kodim 0820 Letkol Kav Depri Rio Saransi mengatakan bahwa apel ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia guna meningkatkan kesatuan dari tiga keamanan yang ada. “Wali kota sebagai nara sumber diharapkan mampu lebih mendekatkan pimpinan wilayah kepada para petugas yang menjaga keamanan di wilayahnya,” katanya. Dia juga mengatakan kegiatan kali ini menghadirkan 250 orang yang terdiri dari Danramil dan Babinsa yang di Kabupaten/Kota Probolinggo. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.