Berantas Pungli, Masyarakat Juga Harus Pro Aktif

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Pungutan liar atau yang lebih dikenal dengan pungli masih menjadi sorotan Pemerintah Kota Probolinggo. Pungli, dalam segala bentuk memang merugikan masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang diberikan pemerintah. Untuk memberantasnya, pemerintah setempat telah membentuk satuan tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dengan melibatkan pihak kepolisian dan juga anggota FKPD lainnya termasuk Kejaksaan Negeri dan Kodim 0820 Probolinggo.

Upaya pemberantasan pungli terus dilakukan termasuk Sosialisasi Saber Pungli yang digelar di aula Polres Probolinggo Kota, Selasa (19/12). Kaplores Probolinggo Kota AKBP Alfian menyatakan dirinya menginginkan agar tim saber pungli tidak hanya melakukan tindakan represif tetapi juga preventif.

“Kepada tim saber pungli, jangan hanya melakukan tindakan represif. Tolong buat juga kegiatan preventif. Dan, juga saya tidak ingin kegiatan ini hanya sebatas seremoni saja. Saya harap nanti kegiatan ini dilaksanakan betul-betul, tim ini berkoordinasi untuk kepentingan pembangunan Kota Probolinggo,” tegas AKBP Alfian.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menyatakan tugas-tugas yang diemban tim Saber Pungli tidak akan berhasil jika tidak dibantu oleh masyarakat. Oleh karena itu, Rukmini meminta agar masyarakat lebih pro aktif dalam membantu tim Saber Pungli.“Saya minta masyarakat juga harus ikut aktif dalam memberantas pungli. Laporkan oknum di pemerintah yang melakukan pungli,” tutur Rukmini.

Hal ini diamini oleh Kasat Binmas Polres Probolinggo Kota, Harsono. Dirinya menyebut dengan teknologi yang sudah semakin canggih, barang bukti kini bisa didapat dengan hanya menggunakan telepon pintar.

“Kalau hanya laporan saja, terkadang ketika kita sidak ke lapangan, tidak ada apa-apa. Kalau memang ada pungli, langsung rekam saja dengan menggunakan HP, itu sudah sangat cukup untuk dijadikan bukti,” jelas Harsono. (alfien/humas)

 

Illegal levies or better known as Pungli are still being the attention of Probolinggo Municipality. Pungli, in all forms is detrimental to the citizens in obtaining services provided by the government. To eradicate this, the local government has established a task unit of Saber Pungli, a joint team to eradicate illegal levies, involving the police and other FKPD members including the District Attorney and Military District Command 0820 of Probolinggo.

Efforts to eradicate illegal levies have been implemented including Dissemination on Saber Pungli held in Probolinggo City Police hall on Tuesday (19/12). The Chief Police of Probolinggo city, AKBP Alfian said he wanted the team is not only to take repressive action but also preventive one.

“To the team, do not just take repressive action. Please implement preventive activities. And, also I do not want this activity to be only limited in ceremonial event. I need real action, real output, this team need to coordinate each other for the sake of Probolinggo City development,” said AKBP Alfian.

Meanwhile, Mayor Rukmini said that the tasks carried out by the Saber Pungli team would not work if they were not assisted by the citizens. Therefore, Rukmini asks the citizens to be more pro-active in assisting the team. “I ask the citizens to participate actively in eradicating illegal levies. Report to the team when you find any illegal-levies activities in the municipality or elsewhere,” said Rukmini.

This was supported by the head of society development section of Probolinggo city Police Unit, Harsono. He stated that with the sophisticated technology, evidence can now be obtained by using a smartphone.

“If it’s just a report, sometimes when we go to the field, there’s nothing. If there is a levy, just record it using a smartphone, it is enough and legal to be used as evidence, “said Harsono.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.