29 Tenaga Akuntansi Dapat Pembekalan

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Kamis (11/1), Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo menggelar acara pembekalan bagi tenaga akuntansi guna mendukung pengelolaan keuangan  daerah, pembinaan karyawan – karyawati BPPKAD Kota Probolinggo serta pembagian kartu BPJS ketenagakerjaan untuk pengawai tidak tetap (PTT) dan honorer BPPKAD.

Kepala BPPKAD Imanto menjelaskan maksud kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada peserta pembekalan tentang tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) mengenai hak dan kewajiban sebagai tenaga akuntansi termasuk tenaga akuntansi yang lulus seleksi sebanyak 29 orang. “Pembinaan ini juga bertujuan untuk memberikan semangat kepada para pegawai BPPKAD dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsi (Tupoksi) dengan baik,”ujarnya.

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan selamat kepada 29  tenaga akuntansi yang sudah lolos seleksi, pegawai PTT yang sudah lolos ini dianggap sebagai pegawai honorer daerah yang diberi gaji sesuai dengan upah minimum kerja (UMK).

“Nanti tenaga PTT yang lulus ini baik tenaga akuntansi maupun teknologi informasi mendapatkan pendidikan dan pelatihan dari pendidikan kejuruan (dikjur) bela negara, agar mempunyai semangat untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya.

Rukmini juga mengingatkan, tanggal 27 Juni 2018 merupakan hari pilkada serentak, supaya Aparatur Sipil Negara (ASN) bersikap netral,  untuk tidak menjadi juru kampanye maupun tim sukses pasangan calon (paslon). “Apabila kedapatan melanggar aturan akan diproses sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya. (mita/humas)

 

On Thursday (11/1), the agency of revenue, financial management and regional asset (BBPKAD) of Probolinggo city to debrief accounting staff for supporting the financial management, and also to give BPJS member card for the temporary employees of BPPKAD.

The mayor of Probolinggo Rukmini congratulates the 29 of accounting staff that has been selected. They will be regional nonpermanent civil servant and their wages is according to the regional minimum wage (UMK).

The head of BPPKAD Iman explains that it aims to give understanding about mandates, tasks and functions (tupoksi), the rights and the obligations as the accounting staff which is total of 29 persons. “It also aims to give some spirit for the employees of BPPKAD in doing their tasks and functions well,” he said.

Later, the temporary employees that has been selected as accounting or informatics staff will get some education and training for country defense, in order to have spirit in defending or country, Republic of Indonesia,” hoped her.

Rukmini also reminded that there is regional election on 27th of June 2018, and civil servants should be neutral, not to be campaigner for certain candidates. “If breaking the rules, they (civil servants will be punished based on regular laws,” she said. (unofficial translation/hariyanti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.