BPJS TK Cairkan Santunan Kematian

 

KANIGARAN – BPJS Ketenagakerjaan (TK) Cabang Pasuruan menyerahkan santuan program jaminan kematian (JKM), Rabu (17/1) di Taman Baca, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Probolinggo. Santunan ini diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Rukmini kepada ahli waris Alm. Agus Supriadi, seorang tenaga Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Dinas Perpustakaan dan Arsip yang meninggal awal Januari karena sakit.

Sesuai dengan informasi dari BPJS TK, ahli waris mendapatkan santunan sebesar Rp 24 juta dengan rincian santunan sekaligus Rp. 16.200.000, santunan berkala Rp 4,8 juta dan biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta. 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Sariadi menyatakan penyerahan santunan ini dibarengkan dengan penyerahan Kartu BPJS TK kepada PTT dan tenaga kontrak sekaligus tasyakuran atas selesainya program-program tahun 2017 di Organisasi Perangkat Daerah (OPD)-nya.

“Di balik musibah yang menimpa staf kami, ada jaminan kematian dari BPJS TK. Semoga ini bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” jelas Sariadi. Lebih lanjut, mantan Kabag Humas dan Protokol ini menyatakan bahwa di instansi yang ia pimpin saat ini, ada 10 tenaga PTT dan 1 tenaga Kontrak yang terdaftar di BPJS TK. “Alhamdulillah iuran bulan ini sudah kami bayarkan sebesar Rp 110.000,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menyatakan bela sungkawa terhadap apa yang menimpa Alm. Agus Supriadi. Ia berharap agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan ditambah rezekinya. “Pemberian santunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak terdaftar tahun lalu,” jelas Rukmini.

Seperti diketahui, sejak bulan November tahun lalu sebanyak 2.842 GTT/PTT secara resmi terdaftar pada BPJS TK. Sebagai bentuk program CSR (Coorporate Social Responsibility), di bulan November hingga Desember 2017 iuran ditanggung oleh BPJS TK alias gratis. Untuk selanjutnya, iuran dibebankan pada peserta BPJS TK dengan bantuan dari APBD Kota Probolinggo.

Rukmini menyatakan setelah BPJS TK, pihaknya akan berusaha untuk memfasilitasi tenaga PTT dan tenaga kontrak untuk terdaftar pada BPJS Kesehatan. “Ke depan, kita ikutkan BPJS Kesehatan. Insyaallah kita usahakan bisa terlaksana di Perubahan APBD tahun ini. Segala upaya yang kita lakukan ini dalam rangka memberikan kesejahteraan bagi pegawai,” kata Rukmini. (alfien/humas)