Wali Kota Himbau Masyarakat Taat Pajak, Pemungutnya Jujur

image_pdfimage_print

 

Wali Kota Rukmini angkat bicara soal tidak tercapainya target Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kota Probolinggo tahun 2017. Rukmini meminta petugas pemungut pajak untuk serius menjalankan tugasnya. “Saya mohon masyarakat untuk taat terhadap kewajibannya. Sampai saat ini PBB masih menjadi salah satu sektor utama PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kalau sudah waktunya membayar ya monggo dibayar,” harap Rukmini. 

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota saat membuka sosialisasi dan penyerahan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) dan Daftar Himpunan Ketetapan Pajak (DHKP) tahun 2018 di Puri Manggala Bhakti, Jum’at (19/01). Rukmini menambahkan jika pihaknya dilapori Inspektorat Kota Probolinggo terkait kebocoran PBB.

“Kadang-kadang petugas pemungut PBB itu ada yang tidak jujur. Ada warga yang sudah bayar, katanya belum bayar. Uangnya dipinjam dulu sama pemungutnya. Lama-lama petugasnya lupa kalau warga itu sudah bayar.  Mungkin itu yang dimaksud kebocoran dalam laporan Inspektorat kepada saya. Saya harap petugas ini jujur. Jangan lagi seperti itu, malu kita ini sama warga,” ujar Rukmini. 

Imanto, Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Probolinggo, mengungkapkan jika realisasi PAD dari sektor PBB tidak mencapai target. “Target kami tahun 2017 itu Rp. 6,7 M. Realisasinya 97,62 persen. Padahal tiga tahun berturut-turut kita selalu 100 persen”, ungkap Imanto. (abdurhamzah/humas)

 

Mayor Rukmini talked about the failure in reaching the target of Land and Building Tax (PBB) of 2017. Rukmini asked tax collectors to carry out their duties seriously. “I hope the public obey their obligations. Until now, PBB tax is still one of the main sectors of Regional Original Revenue (PAD). “Please pay your PBB tax on time,” Rukmini hoped.

It is stated when she give the tax object notification letters (SPPT) and tax list of 2018 at Puri Manggala Bhakti hall on Friday (19/01). Rukmini added she has been told that there are some weaknesses in reaching PBB tax target.

“Sometimes there are some dishonest tax collectors. They use the tax money for themselves, and they forget about it. Please be honest, don’t do that anymore, that’s shameful, “said Rukmini.

Imanto, Head of Regional Revenue, Financial and Asset Management Agency (BPPKAD) of Probolinggo City, revealed that PAD coming from PBB tax did not reach the target. “Our target for 2017 is Rp. 6.7 M and the realization is about 97.62 percent. Even in last three years, we always get 100 percent, “Imanto said.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.