Waspada Banjir Hingga Februari Mendatang

image_pdfimage_print

 

KEDOPOK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo menggelar rapat koordinasi penyusunan Penanggulangan Bencana (RPB) di Kota Probolinggo Tahun 2019, di aula BPBD Kota Probolinggo, Selasa (23/1).

Kepala BPBD Gogol Sujarwo, menyatakan fungsi RPB sebagai rencana induk yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana di daerah, oleh karena itu RPB harus diintegrasikan dengan RPJMD. 

“Kami selalu berupaya untuk berkomunikasi dengan pusat dan provinsi untuk penanganan masalah bencana. Antara lain bencana banjir, kemarin provinsi bantu 300 paket sembako, paket ini didistribusikan untuk keluarga yang terkena dampak bencana,” ujarnya.

Suasana hujan tidak menentu diprediksi banyak kejadian banjir, lanjut Gogol, pihaknya telah mengantisipasi kejadian sebagai siaga darurat. Yaitu hujan deras yang diikuti angin, bencana ini akan berlangsung sampai akhir bulan Februari mendatang. “BPBD sudah bentuk kelurahan Jrebeng Lor sebagai kelurahan tangguh bencana, tujuan ini diharapkan agar masyarakat yang ada di daerah yang berpotensi rawan bencana sudah bisa mandiri,” imbuhnya.

Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan, semoga dengan terbentuknya kelurahan tangguh ini bisa meminimalisir ketika bencana ataupun dampak yang akan ditimbulkan pasca terjadi bencana. “Semoga tidak ada banjir lagi, kemarin provinsi mengatakan bahwa KTI wajib membantu Kampung Dok yang terkena dampak banjir,” tambahnya.

“Bencana banjir ini bukan hanya tanggung jawab dari BPBD, ini merupakan tanggung jawab bersama dari OPD, swasta sampai kalangan masyarakat. Jika kita peduli dengan lingkungan masalah banjir bisa teratasi,” tegasnya. (mita/humas)

 

Regional Disaster Management agency (BPBD) of Probolinggo city held coordination meeting to arrange Disaster Management Plan of 2019 at the hall of BPBD office, on Tuesday (23/1).

The head of BPBD Gogol Sujarwo said that the functions of this plan is as the main plan in managing regional disaster, so the plan should be integrated in RPJMD (Mid-term Regional Development Plan)

“We always try to communicate to central and province government in managing disaster, such as when flooding hit some of our areas, the province government distributes 300 food packages, also knows as sembako for the flooding victims,” he said.

Unpredicted rains will cause flooding, added Gogol, but it will be anticipated as siaga (alert) status, such as heavy rain and strong wind that will happen until February. “BPBD has declared that Jrebeng Lor village as the strong village, it aims to make the people could help themselves when the disaster strikes,” he said.

The mayor of Probolinggo Rukmini said the strong village could minimize the impact of the disaster. “I hope there are no more flood. Lately, province government states that KTI (name of local company) should help of Kampung Dok people (name of local village) from flooding,” she said.

“Flooding is not only the responsible of BPBD, but also all the element, such as regional working units, private party and the society. If we care about the environment, we could manage the flooding,” she said firmly. (unofficial translation/hariyanti)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.