Wali Kota Lepas TdI Etape 3 

image_pdfimage_print

 

 KANIGARAN – Setelah tujuh tahun absen, Tour de Indonesia (TDI) kembali digelar di tahun 2018, 25-28 Januari. Tour de Indonesia diikuti oleh 15 Tim balap sepeda kontinental diantaranya, Tim Nasional Indonesia, Tim Nasional Mongolia, Tim Nasional Malaysia, Tim Nasional Eritrea, ACC (Indonesia), KFC (Indonesia), PGN (Indonesia), Aisan Racing (Jepang), Interpro Stradali (Jepang), Seven Eleven(Filipina), Java Partizan (Serbia), Saint George Continental(Australia), Team Sapura (Malaysia), Terengganu(Malaysia) dan Thailand Continental (Thailand).

Tour de Indonesia ini melintasi empat etape, yang pertama dimulai di candi Prambanan-Ngawi, Madiun-Mojokerto, Probolinggo-Banyuwangi dan Gilimanuk-Denpasar. Ajang ini merebutkan hadiah sebesar Rp 2 M. 

Setelah melintasi etape pertama dan etape kedua, etape ketiga merupakan etape yang terpanjang, dari Probolinggo menuju Banyuwangi  menempuh 200 km. Etape ke 3 di Kota Probolinggo yang dibuka langsung oleh Wali Kota Probolinggo Rukmini di depan kantor Pemkot setempat, Sabtu (27/1).

“Start ketiga adalah start yang meriah dan  paling heboh. Semua atlet sepeda sangat senang dengan antusias dari masyarakat dan adik-adik yang luar biasa. Kegiatan ini adalah kegiatan balap sepeda levelnya paling tinggi di Indonesia. Pembalap yang ikut adalah pembalap profesional. Ajang ini diikuti oleh 15 tim dari 22 negara dan di liput 28 media baik media nasional maupun internasional, sehingga semua dari dunia balap sepeda tertuju di Kota Probolinggo,” ujar Presiden Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari.

Ia berharap tahun depan akan lewat di Kota Probolinggo lagi, pasti lebih heboh dan lebih meriah. Dari empat etape, etape ini adalah etape yang di tunggu oleh pembalap karena etape ini adalah etape terpanjang dan terberat, ada tanjakan-tanjakan yang akan menanti mereka. 

 “Terimakasih kepada wali kota Probolinggo beserta jajarannya yang telah mendukung ajang ini. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari warga Probolinggo dan kami menjadi duta untuk mempromosikan yang ada di Kota Probolinggo,”ujarnya.

Wali Kota Rukmini mengatakan Pemerintah bekerjasama dengan Kepolisian dan Kodim berupaya sebaik mungkin sebagai tuan rumah, setelah 7 tahun absen. Ia juga berharap kegiatan ini sebagai motivasi bagi atlet-atlet khususnya dari tuan rumah.

 “Pada Tour de Indonesia selanjutnya atlet-atlet bisa menginap dan menikmati suasana di Kota Probolinggo sekaligus untuk mempromosikan wisata mangrove yang ada di Kota Probolinggo. Semoga etape ketiga ini menjadi pengalaman yang terbaik bagi atlet pembalap sepeda dunia ini selama mengikuti Tour de Indonesia 2018. Semoga dengan kegiatan Tour de Indonesia ini menjadi motivasi bagi anak-anak atlet pembalap sepeda yang lainnya untuk lebih maju dan mengikuti ajang seperti ini,” pesan Rukmini. (noviati/humas)

 

After a seven-year hiatus, Tour de Indonesia (TdI) will be return on 25-28 January 2018. There are 15 continental cycling teams participated in this event, those are National team of Indonesia, national team of Mongolia, national team of Malaysia, national team of Eritrea, ACC (Indonesia), KFC (Indonesia), PGN (Indonesia), Aisan Racing (Japan), Iterpro Stradali (Japan), Seven Eleven (Philipines), Java Partizan (Serbia), Saint George Continental (Australia), Team Sapura (Malaysia), Terengganu (Malaysia), and Thailand Continental (Thailand).

There are four stages in Tour de Indonesia, starting at Prambanan Temple-Ngawi, Madiu-Mojokerto, Probolinggo-Banyuwangi, and the last stage is Gilimanuk-Denpasar. The participants will compete for two billion money prize in this race.

Third stage was the longest etape, through Probolinggo to Banyuwangi and it has total distance of 200 kilometres. The third stage in Probolinggo is officially launched by the mayor of Probolinggo, Rukmini in front of Mayor’s office, on Saturday (27/1).

“This third stage is the happiest and the most excited stage. All athletes are really happy with the excitement and the incredible support of the people. It is the highest ranked of bicycle racing in Indonesia and is followed by the professional athletes. There are 15 teams of 22 countries and will be reported by 28 media around the world, so today, the bicycle racing world is watching Probolinggo,” said the president of Indonesian Cycling Federation (ISI), Raja Sapta Oktohari.

He hopes, this event will pass through Probolinggo next year, with more excitement. From all stage, it is the most awaited stage of the participants since it is the longest and the hardest stage with many climbs in it.

“Thank you for Probolinggo mayor and her staff for supporting this event. Hopefully, we’ve become part of Probolinggo city and as an ambassador to promote Probolinggo’s tourism,” he said.

Mayor Rukmini said the government along with police and army to give the best effort as a host. She also hopes this event will motivate the local athletes for joining national events.

“In next Tour de Indonesia, I hope all athletes stay and enjoy Probolinggo city, it is also to promote our mangrove tourism. I hope this third stage will be the best experience for all athletes. Also, it will motivate local bicycle racing athletes to move forward and could join international event,” said Rukmini.(unofficial translation/hariyanti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.