HARAPAN BARU DI TAHUN BARU IMLEK

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Tahun Baru Imlek dikenal sebagai malam pergantian tahun bagi warga Tionghoa. Tahun Baru Imlek 2569 tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 menjadi momen yang istimewa dan merupakan perayaan terpenting bagi warga Tionghoa. Jelang Imlek, Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) ”Sumber Naga” Kota Probolinggo menggelar beberapa tradisi untuk memeriahkan malam pergantian tahun, 15 Januari lalu. 

Ada beberapa tradisi untuk merayakan tahun baru diantaranya Tari-tarian, Pagelaran Wayang Kulit, Ritual Sembahyang bersama yang dilaksanakan pukul 23.00 wib sampai pukul 24.00 wib serta penyulutan kembang api. Namun kali ini kesenian barongsai tidak tampil pada gelaran malam tahun baru. Barongsai yang selalu identik dengan tradisi Tionghoa akan diselenggarakan saat berakhirnya Imlek pada tanggal 2 Maret 2018  mendatang. “Tahun Baru Imlek ini merupakan tradisi China untuk memeriahkan gelaran tahun baru China. Agama apapun yang orangnya China boleh ke sini untuk sembahyang bersama,”ujar Ervan Ketua II TITD Sumber Naga.

Sementara itu Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengucapan selamat Tahun Baru Imlek 2569 bagi yang merayakannya. “Pada perayaan kali ini, Jamaatnya sangat banyak dan sangat meriah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Semoga di Tahun ini kita semua diberikan kesehatan dan diberikan rejeki yang banyak,” tutur Rukmini. Ia juga berharap perayaan Imlek pada tahun ini dapat menjaga keharmonisan antar sesama. “Semoga ditahun ini bisa membuat Kota Probolinggo sejahtera dan makmur,” lanjutnya.

Turut hadir dalam perayaan pergantian Tahun Baru Imlek 2569, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Gofur beserta Istri, Komandan Kodim 0820, Depri Rio Saransi dan Perwakilan dari Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Probolinggo.(Noviati/Humas)

 

Chinese New Year or Imlek is known as the turn of the year for Chinese people. The 2569 Chinese New Year in 2018 which falls on February 16, 2018 becomes a special moment and is the most important celebration for Chinese. Ahead of Chinese New Year, worship site Tri Dharma (TITD) “Sumber Naga” Probolinggo City held a number of traditions to enliven the New Year’s Eve, January 15th.

There are several traditions to celebrate the new year including dances, performance of leather puppet (wayang kulit), praying together at 11:00 p.m. until 24:00 p.m. and fireworks. Yet, Barongsai (Chinese Lion Dance) wasn’t performed on this New Year’s Eve. Barongsai which is always synonymous with the Chinese tradition will be held at the end of Chinese New Year on the 2nd March of 2018. “This Chinese New Year is a Chinese tradition to enliven the Chinese New Year event. Chinese people of any religion can come here to pray together,” said Ervan, the chairman of TITD Sumber Naga.

Meanwhile, Mayor Rukmini said, happy 2569 Chinese New Year for those who celebrate it. “In this celebration, there are more people coming and it’s greater compared to previous years. Hopefully this year we will all be given health and given a lot of fortune,” said Rukmini. She also hopes that in this year’s Chinese New Year celebration, the citizens can maintain harmony to each other. “Hopefully in this year Probolinggo City could have more prosperity,” she continued.

Attended the celebration of the turn of 2569 Chinese New Year, Chairman of City Council Agus Rudiyanto Gofur along with his wife, Commander of Military District Commando (Kodim) 0820, Depri Rio Saransi and representatives of the Head of Working Units (OPD) of Probolinggo City.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.