ASN Wajib Netral dalam Pilkada 2018

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Rukmini kembali mengundang para jajarannya, Sekretaris Daerah Bambang Agus Suwignyo, para staf ahli dan asisten, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan stafnya dalam acara sosialisasi Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Acara tersebut berlangsung di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (19/2).

Sekda Bambang Agus yang bertindak sebagai moderator pagi itu menyampaikan di tahun politik ini menghadapi Pilkada seorang ASN (Apartur Sipil Negara) harus bersikap netral. ASN diharapkan untuk tidak menyalahgunakan jabatannya untuk kepentingan politik yang menyebabkan kinerja ASN yang tidak optimal, kepentingan masyarakat terdisporsi serta berpotensi adanya pengelompokan sesama ASN dalam kepentingan politik.

ASN dilarang melobi partai untuk mencalonkan diri maupun orang lain, memasang spanduk/menyebarkan poster paslon, menghadiri deklarasi calon kepala daerah, menyebarkan info dan mengomentari calon kepala daerah di medsos, berfoto dengan calon kepala daerah, serta memanfaatkan dan memanfaatkan jabatan dan fasilitas untuk menguntungkan ataupun merugikan calon Kepala Daerah.

“Jangan coba-coba melanggar, karena sesuai aturan yang ada bagi ASN yang melanggar akan mendapat tingkat sanksi, yakni yang pertama mendapat teguran, penundaan kenaikan gaji, penundaan kenaikan pangkat, penurunan pangkat/jabatan, dicopot dari jabatan dan bisa dipecat secara tidak hormat,” tegas Bambang. 

Hal serupa juga diungkapkan Rukmini, bahwa seluruh Kepala OPD mempunyai tanggung jawab untuk terus menerus menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk bersikap netral agar kekompakan Pemerintah Kota Probolinggo. “Agar masyarakat bisa menilai bahwa seorang ASN benar-benar netral dalam Pilkada tahun ini,” seru wali kota. (malinda/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.