Gandeng Perguruan Tinggi, Pemkot Garap Potensi Wilayah

image_pdfimage_print

 

 

KANIGARAN- Pemerintah Kota Probolinggo, melalui Bappeda dan Litbang menggelar sosialisasi  program kemitraan wilayah (PKW) 2018. Kegiatan yang dilangsungkan di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo itu, Rabu (21/2) adalah bagian dari program peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Probolinggo. Narasumber dari kegiatan ini berasal dari Tim PKW Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Tribhuwana Tungga Dewi (UNITRI) Malang. 

”Kegiatan ini merupakan media komunikasi agar program ini bisa dipahami oleh semua pelaku kepentingan. Terutama PKW di Kelurahan Mayangan dan Kelurahan Mangunharjo. Nantinya kita bisa memahami konsep pembangunan kota dengan model kemitraan, tentunya dengan menjalin kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Tinggi. Kita bisa mengetahui bagaimana sharing pendanaannya serta bagaimana mengembangkan energi alternatif berwawasan lingkungan juga pengembangan potensi unggulan daerah,” ujar Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan Manusia Sosial dan Budaya, Bappeda Litbang  Kota Probolinggo, Dwi Agustin Puji Rahayu.

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang, Wiyono mengungkapkan bahwa program  UMM cukup banyak. “Salah satunya program pedesaan. Sasaran dari program ini adalah ibu rumah tangga. Kita harus memastikan bahwa ibu-ibu layak dijadikan sasaran sehingga mempunyai masa depan yang baik, dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan,” ujarnya.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo menjelaskan Kegiatan PKW di Kelurahan Mayangan dan Kelurahan Mangunharjo dirancang multiyears. “Program ini dimulai tahun 2018 sampai tahun 2020. Kegiatan ini sebagai satu langkah yang dilakukan oleh Bappeda terutama Perguruan Tinggi selaku mitra. Tim PKW  perguruan tinggi yang turun langsung ke lapangan untuk membantu permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah kota probolinggo,” ungkap Rey. 

Sasaran PKW tahun 2018 masih fokus pada satu kecamatan yaitu Kecamatan Mayangan. Di Kecamatan ini, nantinya akan fokus pada Kelurahan Mayangan dan Kelurahan Mangunharjo yang merupakan daerah pesisir. “Di kedua wilayah ini, potensi yang paling bagus digarap para ibu rumah tangga adalah produk olahan ikan. Nantinya jika program ini berhasil akan sangat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tentunya akan ditularkan untuk wilayah-wilayah lainnya di seluruh Kelurahan di Kota Probolinggo,” tambah Rey. (noviati/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.