Wali Kota Tunjuk Bank Jatim Kelola Keuangan Daerah

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Rukmini menunjuk Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) sebagai perbankan yang mengelola keuangan Pemerintah Kota Probolinggo. Penunjukkan ini berkaitan dengan penerapan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang mulai diberlakukan tahun 2018 di Kota Probolinggo. 

“Bank Jatim harus bisa membantu menerapkan (non tunai) di Pemkot Probolinggo. Bank Jatim harus membantu Pemkot untuk mengatur bank lain karena pemkot tidak boleh bekerjasama dengan satu bank saja. Bank Jatim andalan kami untuk bisa memberi kesempatan pada bank yang lain. Sebab kami tidak bisa mengurus keuangan pemkot secara detail sendirian,” terang Rukmini, saat menghadiri presentasi Cash Management System (CMS)Bank Jatim, Jumat (23/1) di Bromo Park Hotel. 

Menurutnya, Pemkot Probolinggo tidak ingin setengah-setengah menerapkan sistem pembayaran non tunai melalui APBD. Meniru Provinsi DKI Jakarta yang sudah 100 persen non tunai, ia berharap Pemkot Probolinggo dapat mencapai 50 persen non tunai atau lebih. Proses perkenalan penerapan non tunai sudah dimulai sejak 2017 lalu. “Karena bagaimanapun juga non tunai ini membuat kita aman dan nyaman dalam mengelola anggaran Pemkot,” imbuhnya. 

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Jatim Probolinggo Muchlison menyambut baik apa yang disampaikan Wali kota atas penunjukkan bank yang dipimpinnya tersebut. “Alhamdulillah, terimakasih Ibu Wali Kota atas kepercayaannya,” sahut Muchlison, usai mendengar ucapan Wali Kota. 

Pasalnya, ada beberapa hal yang memang mengharuskan Pemkot Probolinggo atau pemda yang lain bekerjasama dengan Bank Jatim dalam mengelola keuangan daerah. Yaitu, semua rekening pemda 100 persen ada di Bank Jatim meskipun ada transaksi di bank lain. Untuk memudahkan transaksi Bank Jatim menyediakan fasilitas berupa internet banking (semua transaksi), sms banking (tiga transaksi) dan mobile banking.  

Hal lainnya adalah Bank Jatim telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuka rekening di Bank Jatim. “Kami sudah ke pasar, rusunawa dan OPD, tinggal satu OPD yang masih belum. Sekarang ini pembukaan rekening sudah 60-70 persen,” ujar Muchlison. 

Menyeriusi GNNT ini, Bank Jatim Cabang Probolinggo sudah melakukan studi referensi ke beberapa cabang yang sudah menerapkan sistem CMS tersebut. Muchlison pun menargetkan ia harus bisa lebih baik dari cabang yang sudah dikunjungi sebelumnya. 

“Terima kasih sudah ditunjuk sebagai pengelola, nanti kami akan open source. Terima kasih atas amanah yang saya emban, semoga bisa saya lakukan dengan baik. Dan, saya tekankan bahwa saya harus lebih baik dari cabang yang pernah saya kunjung,” seru Muchlison. 

Presentasi CMS pagi itu diikuti oleh Sekda Bambang Agus, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, kepala OPD,  jajaran Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Turut hadir memberikan presentasi dan testimoni dari Bank Jatim Pusat, perwakilan cabang yang sudah menerapkan CMS dan petugas IT. 

CMS merupakan layanan perbankan online ini memungkinkan nasabah melakukan transaksi harian dan mengatur keuangan dengan mudah, cepat dan akurat. Layanan ini dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang dapat mendukung pengelolaan usaha. (famydecta/humas) 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.