Pemkot Bagikan 300 Paket Bantuan bagi Korban Banjir

image_pdfimage_print

 

 

KANIGARAN–Sebanyak 300 warga Kota Probolinggo yang menjadi korban banjir mendapat paket bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Bantuan itu diserahkan oleh Wali Kota Rukmini saat melakukan kunjungan lapangan di rumah warga yang terkena dampak banjir, Selasa (27/2) pagi. 

Ada dua lokasi yang dikunjungi Wali Kota Rukmini. Yakni Jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran dan di Kampung Dok, Kecamatan Mayangan. 

Di Sukoharjo, ada 106 warga yang dapat bantuan. Sementara di Kampung Dok, ada 144 warga yang dapat bantuan. Sisanya untuk korban banjir di Kelurahan Jati, Kelurahan Triwung Kidul dan Kelurahan Sukabumi. 

Kepala BPBD Kota Probolinggo Gogol Sudjarwo menyatakan, bantuan ini diberikan bagi warga yang rumahnya terdampak banjir hingga masuk ke dalam rumah. Sepanjang Januari-Februari 2018, BPBD telah mendirikan posko bencana. Posko itu didirikan di area Taman Manula Jl Soekarno Hatta. Selain itu, BPBD juga droping bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Bantuan sembako yang diberikan berisi gula pasir 2 kg, mi instan 10 bungkus, biskuit 1 kaleng, minyak goreng 2 liter dan 2 kaleng susu kental manis. “Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga. Masyarakat juga harus tetap waspada terhadap bencana banjir yang bisa terjadi, karena saat ini curah hujan masih tinggi,” tutur Gogol. 

Menurutnya, penyebab banjir bisa bermacam-macam. Misalnya dari sumber air bisa dari curah hujan tinggi, dari luapan air sungai yang melintasi pemukiman warga atau tingginya debit air laut yang menyebabkan banjir rob.

Kemungkinan lainnya adalah adanya sumbatan pada sungai, atau terjadinya sendimentasi pendangkalan di sungai tersebut. “Sekarang ini kesadaran masyarakat untuk kerja bakti sangat tinggi. Alhamdulillah, banjir tidak seperti tahun kemarin,” imbuhnya. 

Sementara itu, Camat Kanigaran Boedi Harjanto yang mendampingi wali kota menjelaskan, bahwa penyebab banjir di wilayahnya adalah meluapnya sungai Pancor. Ia dan warga pun berharap agar permasalahan pendangkalan di sungai tersebut dapat segera diatasi. 

“Semoga ke depan masyarakat tidak lagi terkena imbas banjir. Dan, kami berharap masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.  Terima kasih atas perhatian dan kerawuhan ibu wali kota,” kata Boedi. 

Menyikapi terjadinya banjir, Wali Kota Rukmini berharap masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi bersama-sama menghindari mampetnya saluran air karena sampah. Ia meminta, jika masyarakat melihat sampah di sungai untuk segera diangkat kemudian diletakkan di tempat sampah. “Jangan dibiarkan,” tegasnya. 

Wali kota juga meminta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) berperan aktif dan melakukan survei kebutuhan apa yang mendesak di masyarakat untuk disampaikan dalam musrenbang. 

“LPM tahu mana yang prioritas kemudian mengusulkannya dalam musrenbang (musyawarah rencana pembangunan). Kalau sungainya harus dikeruk, disampaikan saja. Supaya tidak ada lagi banjir, tidak ada lagi tanah lembab,” ucap Rukmini yang berharap bantuan sembako itu bermanfaat dan menjadi barokah.

Usai menyerahkan sembako secara simbolis, wali kota bersama Kepala BPBD, Camat Kanigaran, Lurah Sukoharjo, Lurah Jati dan Ketua RW meninjau sungai Pancor. 

Di sungai itu, wali kota mendapat informasi memang ada pendangkalan. Sehingga, mudah menyebabkan banjir apabila debit bertambah. 

“Kalau bisa dikeruk lagi, Bu,” celetuk salah seorang warga kepada wali kota.  Setelah di Sukoharjo, wali kota bergeser ke Kampung Dok untuk menyerahkan bantuan paket sembako. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.