Antisipasi Konflik, Pemkot Gelar Pertemuan Toga Tomas

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar kegiatan fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, (14/3), di Gedung Puri Manggala Bhakti. Acara yang rutin digelar setiap bulan ini bertujuan menjaring, menampung dan mengkoordinasikan aspirasi dari masyarakat perihal informasi, potensi ancaman keamanan, gejala ataupun peristiwa yang ada di wilayah Kota Probolinggo.  

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Teguh Sujarwanto menyatakan penyelenggaran acara tersebut sebagai salah satu upaya peningkatan peran serta seluruh elemen masyarakat melalui Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat. Selain itu, fasilitasi ini guna mengoptimalkan forum strategi kemitraan masyarakat Kota Probolinggo dalam mengantisipasi potensi konflik serta meningkatkan kepekaan sosial melalui upaya deteksi dini.

 “Kegiatan ini merupakan sarana komunikasi dua arah yang efektif antara masyarakat dengan Pemerintah kota dan Forkopimda. Hasil dari pertemuan ini akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar ditindaklanjuti. Sampai saat ini, respon tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir sangat baik. Mereka menyampaikan informasi yang terjadi di lapangan, kita juga menginformasikan kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujar Teguh. 

Dalam kesempatan itu,  hadir Wali Kota Probolinggo Rukmini, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Herman, Staf ahli Wali Kota, Kepala OPD, Camat, Lurah, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Materi yang disampaikan terkait isu-isu gangguan keamanan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, potensi konflik transportasi On Line (Gojek dan Grab), antisipasi adanya penyelundupan narkoba lewat pelabuhan yang menyamar sebagai kapal pencari ikan, antisipasi tindakan kriminal yang dilakukan para remaja setelah minum-minuman keras, serta antisipasi peredaran isu-isu yang bersifat adu domba dan hoax. (Malinda_Humas)

 

The Probolinggo City Government held a meeting between the Regional Leadership Coordination Forum (Forkopimda) and religious leaders (Toga) and community leaders (Tomas). It took place on Wednesday (3/14), at Puri Manggala Bhakti hall. It is monthly activity which aims to accommodate and to coordinate the aspirations of the community regarding information, or potential security threats for Probolinggo City.

The Head of the Regional National and Political Unity Agency (Bakesbangpol), Teguh Sujarwanto, stated that it is as an effort to increase the participation of all elements of society through religious leaders and community leaders. In addition, it is also aimed at optimizing the partnership strategy forum of the Probolinggo City community in anticipating potential conflicts and increasing social sensitivity through early detection efforts.

“This activity is a means of effectively two-way communication between the community and the city government and Forkopimda. The results of this meeting will be coordinated with the relevant agencies. Until now, we have a good response from the religious and community leaders. They give information to what happen in the society, and we also inform government policies, “Teguh said.

On that occasion, it is attended by the Mayor of Probolinggo Rukmini, Chairman of the regional parliament (DPRD) Agus Rudiyanto Ghafur, Representative of  Public Prosecutor’s Office Herman, Expert Staff of the Mayor, Head of the working unit (OPD), head of Sub-District, head of Village, Religious Leaders and Community Leaders.

There are some issues revealed such as security disruption ahead of the simultaneous regional elections in 2018, potential conflicts of transportation online (Gojek and Grab), anticipation of drug smuggling through ports which is disguised as fishing boats, anticipating crimes committed by drunken teenagers, as well as anticipating hoaxes.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.