GISA, Sadarkan Masyarakat Pentingnya Administrasi Kependudukan

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Probolinggo melaunching Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (Gisa), di Halaman Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Probolinggo, Jumat (16/3). Nampak hadir mendampingi Wali Kota  diantaranya Asisten Administrasi Umum, perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan lurah.

Kepala Dinas Dispenduk Capil, Tartib Goenawan menjelaskan Gisa adalah  Gerakan Indonesia Sadar Adminduk, yang telah dilaunching oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Batam beberapa waktu lalu. Gisa ini suatu gerakan oleh semua stakeholder adminduk yaitu masyarakat, instansi, pemanfaatan data kependudukan, pelayanan publik pemerintahan baik swasta maupun instansi pemerintah, penegak hukum, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Dispenduk Capil. 

Ada empat program Gisa yang harus dilaksanakan diantaranya menciptakan sadar kepemilikan dokumen kependudukan, sadar pemuktahiran data kependudukan, sadar pemanfaatan data penduduk sebagai satu-satunya data yang dipergunakan untuk semua kepentingan serta sadar pelayanan administrasi kependudukan menuju masyarakat yang berbahagia. Rencananya, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah dan akan terus melaksanakan layanan 3 in 1 dan all in one dalam seluruh prosedur layanan.

Program kerja dalam rangka percepatan Gisa di Kota Probolinggo, Dispenduk Capil akan membentuk di 5 Kelurahan percontohan. Dimana dari 5 kelurahan tersebut akan difokuskan pada 1 Rukun Warga (RW) percontohan Gisa. Pada tahun 2017 untuk akta kelahiran telah mencetak sebanyak 4.688 (sepertiga atau 1.449 melalui program 3 in 1). Sedangkan akta kematian di tahun 2017 telah tercetak sebanyak 1.200 (sebanyak 233 sudah dicetak melalui layanan 3 in 1). Untuk akta perkawinan non-muslim sudah diterbitkan melalui program-program layanan terpadu. “Terimakasih kepada Kementerian Agama yang sudah melaporkan data penduduk yang melaksanakan pernikahan  di tahun 2017,”ujar Tartib.

Wali Kota Probolinggo Rukmini menyampaikan masih banyak masyarakat Kota Probolinggo untuk mengurus adminduk saat dibutuhkan saja. Dokumen kependudukan merupakan dokumen yang penting dalam mengurus apapun. Dengan program Gisa ini diharapkan semua keluarga memiliki dokumen kependudukan yaitu memiliki Kartu Keluarga (KK), KTP bagi yang berumur 17 keatas, akta kelahiran serta melaporkan peristiwa kematian anggota keluarga ke Dispenduk Capil. 

Masyarakat bersama-sama dengan Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan, kecamatan dan Dispenduk Capil melaksanakan pendaftaran penduduk, sebagai upaya untuk pemuktahiran data kependudukan. “Dengan program ini, masyarakat lebih aktif mengurus administrasi kependudukannya dan akses mempermudah dalam mengurus administrasi kependudukan,” ujar Rukmini. (noviati/humas)

 

Probolinggo City Population and Civil Registration agency (Dispenduk Capil) launched the Indonesia Population Administration Awareness Movement (Gisa), in the Courtyard of Dispenduk Capil Office on Friday (16/3). There is Mayor accompanied by General Administration Assistant, representatives from the Regional Leaders Coordination Forum (FKPD), Heads of Regional working units (OPD), sub-district heads and village heads.

Head of the Dispenduk Capil agency, Tartib Goenawan explained that Gisa stands for Gerakan Indonesia Sadar Adminduk, launched by the Minister of Internal Affairs of the Republic of Indonesia in Batam some time ago. Gisa is managed by all administrative stakeholders, namely the community, agencies, utilization of population data, law enforcement, the General Election Commission (KPU) and Dispenduk Capil itself.

There are four Gisa programs, those are creating awareness of ownership of population documents, updating population data, using population data for all interests and creating awareness of population administration services for happy communities. The City Government of Probolinggo plans to continue 3 in 1 program and all in one service procedures.

In order to accelerate Gisa in Probolinggo City, Dispenduk Capil will get 5 villages for pilot project, and it will focus on 1 community unit (RW) of each village as Gisa Pilot project. In 2017, there were 4,688 birth certificate (one third or 1,449 through the 3 in 1 program), and 1,200 death certificate (as many as 233 have been printed through 3 in 1 service) printed. For non-Muslim marriage certificates, it has been issued through integrated service programs. “Thank you to the Ministry of Religion for reporting data on married people in 2017,” Tartib said.

Mayor of Probolinggo Rukmini said that there were still many people that did not care on their identity documents which are important to manage anything. With Gisa program, it is expected that all families have residence documents, such as Family Card (KK), identity card (KTP) for those aged 17 years old and above, birth certificates and reporting the death of family members to Dispenduk Capil agency.

People through neighbourhood unit (RT), community unit (RW), village government, sub-district government and Dispenduk Capil will manage to update population data. “With this program, the people is more active in managing population administration and it will ease managing population administration,” said Rukmini.(unofficial translation/hariyanti)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.