Sekda Minta Diskan Wujudkan Produk Olahan Ikan Dalam Kaleng

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Bambang Agus Suwignyo meminta Dinas Perikanan serius mengolah hasil ikan. Sekda yang juga Penanggungjawab Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Kota Probolinggo itu, berharap Kota Probolinggo memiliki produk olahan ikan dalam kaleng. Permintaan itu disampaikan saat Sekda membuka rapat koordinasi Forikan Kota Probolinggo, di Sabha Bina Praja, Senin (19/3). 

“Saya harap kita punya produk sarden kaleng. Bukan hanya karena saya sangat suka ikan sarden, tapi ini untuk peningkatan nilai jual produksi ikan kita. Potensi perikanan kita ini sangat besar. Saya harap ini benar-benar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Probolinggo,” harap mantan Direktur RSUD dr. Moh. Saleh itu. 

Menurut Sekda, pengolahan hasil ikan dalam kaleng akan berdampak pada peningkatan konsumsi ikan di Kota Probolinggo yang masih tergolong rendah. “Saat ini, angka konsumsi ikan masyarakat Kota Probolinggo baru mencapai 35,71 kilogram perkapita pertahun. Jauh di bawan Nasional yang mencapai 45,15 kilogram perkapita pertahun. Untuk itu, kita harus menciptakan varian olahan makanan dari ikan agar minat konsumsi ikan semakin tumbuh,” tambah Sekda. 

Menyikapi permintaan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Budi Krisyanto mengungkapkan jika pihaknya memang sudah merencanakan pengalengan produk olahan ikan. “Kita sudah kerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Kalau Jogja punya gudeng kaleng, kita sudah menyiapkan anekan produk olahan ikan dalam kaleng. Ada sambal ikan asap, rawon sembilang, tangkar kepiting, serta gulai ikan manyung,” jelas Budi yang juga Pengarah Forikan Kota Probolinggo. 

Menyikapi rendahnya konsumsi ikan di Kota Probolinggo, Budi Kris juga mewacanakan produk olahan ikan sebagai program makanan tambahan bagi ibu hamil dan ibu menyusui. “Selain sumber protein, ikan laut juga kaya akan AA dan DHA yang bagus untuk pertumbuhan otak anak. Untuk itu, kita harus memperhatikan asupan nutrisi ibu hamil dan ibu menyusui agar generasi kita semakin gemilang. Jika kita bisa menghasilkan produk olahan ikan yang berkualitas sebagai makanan tambahan ibu hamil dan ibu menyusui, maka akan lahir generasi-generasi cemerlang di Kota Probolinggo,” harap Budi.

Ketua Forikan Kota Probolinggo, Tri Wahyuni pelaksanaan rapat koordinasi tersebut bisa memantapkan dan mensinkronkan program peningkatan konsumsi mikan di Kota Probolinggo. Untuk itu, Tri meminta anggotanya bisa serius dalam mengkampanyekan gemar makan ikan kepada lingkungan sekitar.

“Meskipun angka konsumsi ikan kita tertinggi ke 5 di Jawa Timur, masih perlu banyak upaya bagi kita untuk meningkatkan konsumsi ikan. Tingkat konsumsi ikan kita masih jauh di bawah tingkat konsumsi ikan nasional. Untuk itu, mari kita galakkan gemar makan ikan. Kita harus mengkampanyekan menu makan ikan di meja makan,” ujar Tri yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Probolinggo itu.  

Eko Hartono Setiawan nara sumber rakor Forikan menyebutkan pentingnya konsumsi ikan untuk mengoptimalkan 1.000 hari pertama kehidupan. “Gizi buruk yang diderita bayi biasanya disebabkan rendahnya asupan nutrisi ibu hamil. 1.000 hari pertama merupakan tahap pembentukan sel otak. 80 persen saat kehamilan, 20 persen saat bayi lahir sampai berumur 2 tahun. Jadi ibu hamil tidak boleh anemia atau kurang asupan nutrisi. Kurangnya asupan nutrisi bisa berdampak pada tumbuh kembang janin dan bayi,” papar Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kota Probolinggo itu.

“Saat ini ada program pemberian tablet penambah darah bagi siswi SMP dan SMA dari Kementerian Kesehatan RI. Seandainya konsumsi ikan kita bagus, sebenarnya konsumsi multi vitamin tidak dibutuhkan. Sayangnya, konsumsi ikan kita rendah, jadi kita butuh tablet penambah darah itu. Program ini untuk mempersiapkan calon ibu agar tidak anemia,” pungkas Eko. (abdurhamzah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.