Usulan Dana Musrenbang Capai Rp 47 M

image_pdfimage_print

 

Kanigaran – Senin (26/3) Bappeda dan Litbang Kota Probolinggo menggelar acara pembukaan Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) penyusunan RKPD Kota Probolinggo Tahun 2019 di Gedung Puri Manggala Bhakti.

Kepala Bappeda dan Litbang, Budiono Wirawan  mengatakan maksud dilaksanakan musrenbang Kota Probolinggo Tahun 2019 adalah memadukan perencanaan pembangunan 2019 antar stakeholder di Kota Probolinggo. Sedangkan tujuannya adalah untuk mewujudkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan keterpaduan antara rancangan renja SKPD Kota Probolinggo tahun 2019 dan rancanagan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Probolinggo. dalam upaya pencapaian sasaran prioritas pembangunan tahun 2019.

 “Dari jumlah 2022 usulan  dengan nominal sebesar Rp. 159.469.838.971, yang disetujui oleh SKPD dalam forum SKPD  yaitu;  untuk Kecamatan Kademangan usulan sebanyak 55 dengan jumlah nominal Rp. 3.405.913750, Kecamatan Wonoasih sebanyak 106 usulan dengan jumlah nominal 6.030.444.999, Kecamatan Mayangan sebanyak 62 usulan  dengan nominal Rp. 2.621.680.000,” kata Budi Wirawan.

Dia menambahkan, untuk 2 Kecamatan lainnya yaitu Kecamatan Kanigaran sebanyak 284 usulan dengan jumlah 23. 736.573.580, sedangkan Kecamatan Kedopok sebanyak  130 usulan dengan jumlah nominal 11.889.265.500 dengan total keseluruhan sebanyak  637 usulan dengan nominal 47.683877.892.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengatakan musrenbang dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2019 merupakan momentum yang penting, karena memasuki tahun ke lima atau tahun terakhir dari RPJMD Kota Probolinggo tahun 2014-2019 yang merupakan  penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah serta  arah kebijakan pembangunan Daerah.  

 “Alhamdulillah selama empat tahun ini, banyak hal yang telah kita capai dalam meningkatkan kualitas pembangunan Kota Probolinggo, diantaranya pertumbuhan ekonomi yang positif dimana dalam lesunya ekonomi global. Perekonomian Kota Probolinggo dari tahun 2015-2017 mulai mengalami peningkatan sebesar 0,34%. Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,88%, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur,” ujar Rukmini.

 Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia dimana nilai IPM Kota Probolinggo mengalami peningkatan dengan rata-rata 0,5% per tahun. Selain itu, angka kemiskinan tahun 2014 – 2017 juga mengalami penurunan sebesar 2,07% per tahun.

Musyawarah perencanaan pembangunan merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wahana untuk berdiskusi, berembug antar stakeholder, baik pemerintah, akademisi, swasta, maupun masyarakat yang menjadi momentum penting dalam mengakomodir usulan-usulan pembangunan dari bawah. 

“Rangkaian kegiatan musrenbang juga akan dilaksanakan sinkronisasi usulan pembangunan mulai dari musrenbang kelurahan, kecamatan, reses dewan, forum skpd, sarasehan perempuan dan anak dan usulan pembangunan lainnya sehingga diharapkan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang benar-benar merupakan prioritas untuk pencapaian visi pembangunan Kota Probolinggo,” tambahnya.  Mita/Humas.

 

On Monday (3/26), regional development planning, reseach and development agency (Bappeda Litbang) of Probolinggo City held Regional Development Planning Forum (Musrenbang) in making of 2019 city working plan (RKPD) at Puri Manggala Bhakti hall.

Head of Bappeda Litbang, Budiono Wirawan said the purpose of 2019 Musrenbang is to integrate 2019 development planning among stakeholders, and it aims to coordinate, to integrate, and to synchronize the 2019 working plan of agencies and 2019 city working plan in order to achieve the 2019 development priority targets.

 “From the total of 2022 proposals with Rp. 159.469.838.971,- budget, it has been approved by working units (SKPD) namely; 55 proposals for Kademangan Subdistrict, with total of Rp. 3.405.913750.106,- proposals for Wonoasih Subdistrict with total of Rp. 6.030.444.999,- and 62 proposals Mayangan Sub-District with Rp. 2.621.680.000,- budget, “Budi Wirawan said.

He added, for the other 2 Subdistricts, namely Kanigaran Subdistrict, there 284 proposals with a total of 23.736.573.580,- while Kedopok Subdistrict get 130 proposals with a total of Rp. 11.889.265.500,- and there are total of 637 proposals with total of Rp 47.683.877.892,-.

The Mayor of Probolinggo, Rukmini, said this musrenbang in creating 2019 RKPD is an important momentum, since it is the last year of 2014-2019 mid-term regional development plan (RPJMD) of the Probolinggo City as the description of the Regional Head’s vision, mission and program development policy.

“Alhamdulillah (thank God), for the past four years, we have achieved many things in improving the development quality of Probolinggo City, including positive economic growth in the sluggish global economy. The economy growth of Probolinggo City increases 0.34% from 2015-2017. “Economic growth in 2016 was 5.88%, higher than the economic growth of East Java Province,” said Rukmini.

She also added that the quality of human development has improved, in which the human development index (IPM) of the City of Probolinggo had increased by an average of 0.5% per year. In addition, the 2014-2017 poverty rate also decreased by 2.07% per year.

Development planning forum is a series of strategic processes for discussion between stakeholders, both government, academics, private sector, and the community and it is an important momentum in accommodating development proposals.

“A series of musrenbang will also be synchronized to all development proposals starting from the musrenbang in village area, subdistrict musrenbang, council recess, working unit forum, women’s and children’s gatherings and other development proposals and it will be the priority development  in 2019 for achieving the development vision of Probolinggo City, “she added.(unofficial translation/hariyanti)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.