15 Pegawai Terjaring Sidak Kedisiplinan ASN

image_pdfimage_print

 

15 Pegawai Pemerintah Kota Probolinggo terjaring sidak kedisiplinan ASN (Aparatur Sipil Negara), Kamis (29/3). Dari 15 orang yang terciduk, 7 orang merupakan ASN dan 8 orang non ASN (Pegawai Tidak Tetap). Sidak tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo. Ke 15 pegawai tersebut terjaring di beberapa titik seperti Pasar Gotong Royong. 

Sekda memimpin 5 tim sidak. Tim 2 yang menyasar pusat perbelanjaan KDS-Super Market Sinar Terang-sampai dengan Perempatan Flora. Tim ini paling banyak menangkap basah pegawai yang berkeluyuran di saat jam kerja. Setidaknya mereka menjaring 9 orang. Tim ini dikoordinatori oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Alam Didik Sunaryoto.

Tim 4 yang dikoordinatori oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Sudiyanto mencatat 2 nama yang sedang berkeliaran di Pasar Gotong Royong. Tim ini menyusuri  Pasar Gotong Royong, Pasar Baru, dan Pasar Mangunharjo. 

Seputar Alun-alun Kota Probolinggo (utara, selatan, barat, timur) ada 1 ASN dan 3 non ASN. Mereka tertangkap oleh tim 5 yang dikoordinatori oleh Inspektur Kota Probolinggo Sofwan Thohari. Untuk daerah Museum Probolingo, warung-warung depan BRI, Pusat perbelanjaan GIANT, kafe D&C yang dikoordinatori Rey Suwigtyo Asisten Administrasi Umum tidak menemukan ASN yang sedang berkeluyuran.

Sementara itu, Sekda yang mengkoordinatori tim satu wilayah Plaza Probolinggo-Pusat Perbelanjaan Graha Mulia (GM)-Toko ABC menuturkan tidak menemukan ASN. Dalam kesempatan itu, Sekda menjelaskan sidak ini dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ASN pada jam dinas. “Ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Probolinggo pada seluruh ASN untuk bisa menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang lebih bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan akan ada sanksi bagi mereka yang tertangkap.  Jika Pegawai membawa surat tugas dari istansi, tidak akan disanksi. “Kami akan tegur mereka. Mereka akan diberikan surat panggilan ke kantor BKPSDM untuk dilakukan pembinaan. Jika teguran tertulis dan lisan tidak digubris, kita akan memberikan sanksi terberat yakni penurun pangkat,” tegasnya.

Hartatik, Kepala Bidang Diklat dan Pengembangan Pegawai pada BKPSDM menyampaikan diantara 15 ASN yang terciduk pagi itu ada 2 anggota Satpol PP yang ditemukan sedang nongkrong. “Kami akan memanggil 15 nama tersebut pada tanggal 1 April mendatang untuk mendapatkan klarifikasi dari mereka. Untuk tindakannya kami akan sesuaikan dengan hasil klarifikasi tersebut,” jelasnya. Malinda/Humas

 

15 Probolinggo City Government Employees were caught up in the disciplinary inspection on Thursday (29/3) in some areas such Gotong Royong market. Of the 15 people were caught, 7 were civil servants and 8 were non-permanent employees (PTT). The inspection was led by regional secretary of Probolinggo city, Bambang Agus Suwignyo.

There are 5 teams of inspection. Team 2, which targets the KDS shopping center, Sinar Terang Super Market to the Flora Junction caught the most employees,more than 9 employees  who wandered around during working hours. The team was coordinated by Expert Staff for Community and Natural Resources Department, Didik Sunaryoto.

Team 4, which was coordinated by the Assistant for Economy and Development department, Ahmad Sudiyanto, found two employees who wandered around in Gotong Royong Market. This team inspected in Gotong Royong Market, Baru market, and Mangunharjo Market.

In Probolinggo City Square, there are 1 ASN and 3 non ASN. They were caught by team 5 which was coordinated by Probolinggo City Inspector Sofwan Thohari, and in the Probolingo Museum, along Jl. Suroyo, GIANT shopping centers, D & C cafe coordinated by Rey Suwigtyo, the General Administrative Assistant did not find any.

Meanwhile, the Regional Secretary who coordinated team 1 which inspected in Probolinggo Plaza, Graha Mulia Shopping Center (GM), ABC store said that he also did not find any ASN. On that occasion, the Regional Secretary explained this inspection in order to improve the discipline of ASN during official hours. “This is a concern for the Probolinggo City Government in order to make ASN be more responsible for their job to give public service,” he said.

He also stated that there would be sanctions for those who caught, but if they brought assignment letter from their agency, they will be released. “We will admonish them. They will be summoned to the BKPSDM office for guidance. If all warnings are ignored, we will give the heaviest sanctions, namely the rank-lowering, “he said.

Hartatik, Head of Training and Employee Development Division at BKPSDM said that among the 15 ASN that were caught, there are 2 Satpol PP (governmental police) employees found hanging out. “We will call these 15 names on April 1 to clarify their action (wandering around during office hour), to adjust their sanction, “she explained.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.