Zonasi PPDB Diterapkan Tahun Ini 

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 akan diberlakukan seratus persen. Artinya, seluruh sekolah mulai dari Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Probolinggo akan menerima peserta didik baru berdasarkan domisili calon peserta didik yang sesuai dengan alamat pada Kartu Keluarga (KK) dengan radius terdekat SD dan SMP yang ditetapkan berdasarkan letak kelurahan. “Yakni KK  yang diterbitkan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan PPDB,” kata Maskur, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Probolinggo. 

Hal tersebut disampaikan di depan peserta sosialisasi Peraturan Wali Kota Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru pada Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2018-2019 yang diselenggarakan oleh Disdikpora di Gedung Rupatama Polres Probolinggo Kota, Kamis (5/4). “Dalam PPDB kali ini, 90 persen kuota sekolah ditentukan oleh jarak tempuh antara tempat tinggal dan sekolah, sedangkan 10 persen kuota untuk siswa yang mempunyai prestasi atau ABK (Anak Kebutuhan Khusus),” kata Maskur. 

Dia menambahkan sistem baru ini diberlakukan dengan berbagai pertimbangan, di antaranya agar anak didik tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal dan masih terpantau oleh orang tua dan orang tua lebih aktif dalam pengawasan anak. “Selain itu untuk mengurai kemacetan, mengurangi biaya transport, dan nantinya tidak ada lagi sebutan sekolah favorit ataupun sekolah unggulan, karena semua sama,” katanya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto pun menambahkan bahwa regulasi baru ini untuk memeratakan kualitas pendidikan dan membuktikan bahwa semua sekolah mempunyai kualitas yang sama. “Dengan adanya sistem zonasi ini dapat meningkatkan mutu dari sekolah-sekolah yang dulunya dianggap tidak favorit/unggulan, karena pengajarnya juga akan dirotasi,” kata Sudiyanto. 

Dia juga berharap agar informasi ini disebarkan kepada masyarakat, khususnya para wali murid yang akan masuk SD maupun SMP. “Tolong informasi ini digetuktularkan kepada masyarakat, dan mendukung sistem baru ini demi kebaikan kita semua, khususnya generasi muda kita,” katanya dihadapan para peserta sosialisasi yang terdiri dari berbagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), wartawan, dan jajaran Polres Probolinggo Kota. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.