Pastikan Impor Raw Sugar PT CJI Sudah Sesuai Aturan

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – PT. Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) cabang Probolinggo akhirnya memberikan klarifikasi terkait kontroversi pembongkaran raw sugar yang dilakukan sejak akhir bulan Maret kemarin. Senin (9/4), PT. DABN menggelar konferensi pers dengan mengundang sejumlah awak media di Probolinggo untuk menjelaskan tentang pengiriman raw sugar tersebut.

Sebanyak kurang lebih 20.000 ton raw sugar dari Thailand dikirim melalui Pelabuhan Probolinggo sejak bulan lalu. Ini pun menjadi proses pembongkaran barang impor pertama kalinya dilakukan di Pelabuhan Probolinggo. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan kapal ex MV. Izumo. Raw sugar tersebut merupakan pesanan PT. Cheil Jedang Indonesia (CJI) di Pasuruan.

Konferensi pers digelar untuk menanggapi isu yang berkembang di media sosial bahwa gula tersebut merupakan gula konsumsi. Dengan adanya isu yang berkembang, banyak petani tebu yang merasa dirugikan dengan impor gula tersebut. 

Hadir dalam acara ini Direktur PT DABN Probolinggo, Ahmad Umar, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, perwakilan PT. CJI dan Kantor Bea Cukai Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, serta perwakilan kelompok petani tebu di Probolinggo.

Melalui konferensi pers ini, perwakilan PT. CJI Pasuruan, Chusnul Amin membenarkan bahwa pihaknya-lah yang memesan raw sugar tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa raw sugar tersebut bukanlah bahan untuk dikonsumsi, melainkan bahan baku untuk industri. 

“Raw sugar ini kami gunakan sebagai bahan baku untuk pengolahan industri, bukan untuk dikonsumsi manusia. Bahan ini juga merupakan pengganti gula tetes yang hingga saat ini sulit diperoleh. Bahkan, proses impor raw sugar ini telah mendapatkan persetujuan dari gubernur jatim,” kata Chusnul Amin. 

Hal ini dipertegas oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Ia menyebutkan bahwa impor raw sugar telah melalui proses yang legal. “Saya ingin menyampaikan disini bahwa sesuai dengan bukti otentik dan segala dokumen yang ada, saya pastikan bahwa impor raw sugar ini legal. Saya seorang polisi, jadi saya berbicara berdasarkan bukti-bukti yang ada. Tak ada masalah dengan impor raw sugar ini,” tegas AKBP Alfian siang kemarin. 

Perwakilan petani tebu yang turut hadir dalam konferensi pers ini menyampaikan harapannya agar pabrik-pabrik seperti PT. CJI dapat memesan bahan baku gula dari dalam negeri. “Untuk gula tetes, kami siap menyediakan berapa pun kebutuhan yang diperlukan oleh PT. CJI. Kami berharap untuk ke depan, PT. CJI dapat memesan gula tetes ke kami,” tutur salah satu perwakilan kelompok petani tebu, Saiful Bahri.

Melalui Kapolres Probolinggo Kota, PT. CJI menyampaikan bahwa pihaknya siap membeli gula tetes yang dihasilkan oleh petani tebu. “Saya tadi sudah bertanya kepada Pak Chusnul dan beliau menyatakan siap membeli gula tetes dari kelompok petani tebu, berapa pun jumlahnya,” tutur AKBP Alfian. (alfien/humas)

 

MAYANGAN – Probolinggo Delta Artha Bahari Nusantara, Ltd. (DABN) branch finally gave clarification regarding the raw sugar demolition controversy that had been carried out since the end of March. Monday (9/4), DABN held a press conference by inviting a number of media crews in Probolinggo to explain the shipment of raw sugar.

About 20,000 tons of raw sugars from Thailand were shipped through Probolinggo Port since last month. This also became the process of unloading imported goods for the first time in Probolinggo Port. Deliveries are carried out using the ex MV ship. Izumo. Raw sugar is the order of PT. Cheil Jedang Indonesia (CJI) in Pasuruan.

The press conference was held to respond to the growing issue in social media that the sugar being imported was consumption sugar. With the issue developing, many sugarcane farmers feel to be disadvantaged by the import.

The conference were attended by Director of PT DABN Probolinggo, Ahmad Umar, Chief of Police of Probolinggo City AKBP Alfian Nurrizal, representative of PT. CJI and the Probolinggo Customs Office, Assistant General Administration of the Regional Secretary of the City of Probolinggo, Rey Suwigtyo, and representatives of the sugar cane farmers group in Probolinggo.

Through this press conference, representatives of PT. CJI Pasuruan, Chusnul Amin, confirmed that it was he who ordered the raw sugar. However, he explained that raw sugar is not an ingredient for consumption, but raw material for industry.

“We use raw sugar as raw material for processing industries, not for human consumption. This material is also a substitute for drop sugar which is difficult to obtain. “In fact, the raw sugar import process has been approved by the East Java governor,” Chusnul Amin said.

This was confirmed by the Police Chief of Probolinggo City AKBP Alfian Nurrizal. He mentioned that raw sugar imports have gone through a legal process. “What I’d like to confirm here is that based on authentic evidence and all available documents, I make sure that raw sugar imports are legal. I am a police officer, so I speak based on the available evidence. There is no problem with the import of raw sugar,” said AKBP Alfian yesterday afternoon.

The sugar cane farmer representatives who attended the press conference expressed their hope that factories such as PT. CJI can order domestic raw materials for sugar. “For drop sugar, we are ready to provide them. Just tell us the number of sugar drops needed by PT. CJI. We hope for the future, PT. CJI can order sugar drops to us,” said one representative of the sugar cane farmer group, Saiful Bahri.

Through the Probolinggo City Police Chief, PT. CJI said that it was ready to buy drops of sugar produced by sugar cane farmers. “I had already asked Mr. Chusnul and he stated that he was ready to buy sugar drops from sugarcane farmers, whatever the amount,” said AKBP Alfian.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.