Kembangkan Pelabuhan, DPRD Kabupaten Kendal Kunjungi Kota Probolinggo

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Kamis (19/4), Pemerintah Kota Probolinggo menerima kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Mereka diterima langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Sudiyanto di gedung Sabha Bina Praja siang tadi. 

Sedikitnya 15 anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kendal turut serta dalam kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi C, Nasir. Tiba di Probolinggo malam kemarin, rombongan dari Jawa Tengah ini ingin menggali ilmu tentang pengelolaan pelabuhan niaga. Seperti diketahui, Kota Probolinggo saat ini telah memiliki Pelabuhan Probolinggo yang memiliki fungsi sebagai pelabuhan niaga. 

Nasir menyebut bahwa di Kendal saat ini memiliki pelabuhan penyeberangan yang sudah beroperasional. Namun pihaknya juga ingin mengembangkan pelabuhan niaga yang hingga saat ini masih belum terealisasi. Oleh karena itu, ia beserta anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kendal ingin melihat secara langsung pelabuhan yang ada di Kota Probolinggo, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaannya. 

“Kunjungan kami ini berdasarkan referensi yang diberikan Kementerian Perhubungan. Menurut mereka, Pelabuhan Probolinggo merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi jika ingin mengetahui secara detail pengelolaan pelabuhan niaga,” tutur Nasir yang juga Ketua Komisi C. 

Berbagai pertanyaan pun dilontarkan oleh perwakilan dari DPRD Kabupaten Kendal. Terkait dengan APBD dan PAD, mereka ingin mengetahui seberapa besar APBD yang digunakan Pemkot Probolinggo untuk membangun pelabuhan ini, serta seberapa besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Sudiyanto menyatakan bahwa pengelolaan Pelabuhan Probolinggo diserahkan sepenuhnya kepada PT. Delta Artha Bahari Nusantara (DABN). PT DABN merupakan perusahaan yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengelola pelabuhan ini, mengingat seluruh biaya pembangunan pelabuhan diambil dari APBN serta APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Demikian juga dengan PAD yang dihasilkan merupakan hak dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

“Karena pembangunan pelabuhan menggunakan APBN dan APBD Pemprov Jawa Timur, jadi PAD-nya juga diterima Pemprov Jawa Timur. Hanya saja, dengan adanya pelabuhan ini, Kota Probolinggo mendapatkan dampak perekonomian yang cukup baik. Misalnya, dengan adanya pelabuhan ini, ada hotel baru yang dibangun di sini,” jelas Sudiyanto. 

Sementara itu, Sekretaris BPPKAD Wawan Sugiantoro menambahkan bahwa terkait dengan PAD, tidak ada sistem bagi hasil antara Pemerintah Kota Probolinggo dengan Pemprov Jawa Timur. “Namun, dengan adanya pelabuhan ini, terdapat dampak-dampak yang dapat dirasakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,”  tutur Wawan. 

Beranjak dari gedung pertemuan, rombongan DPRD Kabupaten Kendal langsung mengunjungi Pelabuhan Probolinggo. Mereka diterima langsung oleh PT. DABN untuk menggali lebih lanjut terkait dengan pengelolaan pelabuhan. (alfien/humas)

 

MAYANGAN – Thursday (19/4), Probolinggo Municipality received a visit from the Commission C of the Kendal Regency DPRD, Central Java. They were received directly by the Assistant for Economy and Development, Achmad Sudiyanto in the Sabha Bina Praja building this afternoon.

At least 15 members of Commission C of the Kendal Regency DPRD participated in the visit led by Chairman of Commission C, Nasir. Arriving in Probolinggo last night, the group from Central Java wanted to explore the management of commercial port. As is known, Probolinggo City currently has Probolinggo Port which has a function as a commercial port.

Nasir said that in Kendal Regency, there is a ferry port that is in operation. But the regency also wants to develop a commercial port which until now has not been realized. Therefore, he and the members of Commission C of the Kendal Regency Council (DPRD) wanted to see the port in Probolinggo directly, starting from the development process to the management.

“Our visit is based on references given by the Ministry of Transportation. According to them, Probolinggo Port is one of the places that must be visited if we want to know in detail the management of a commercial port,” said Nasir who is also the Chair of the C Commission.

Various questions were raised by representatives of the Kendal Regency DPRD. Regarding the Regional Budget (APBD) and City Revenue (PAD), they wanted to know how much the APBD used by the Probolinggo City Government to build this port, and how much City Revenue (PAD) was received.

Responding to this question, the Assistant for Economy and Development, Achmad Sudiyanto stated that the management of Probolinggo Port was fully handed over to PT. Delta Artha Bahari Nusantara (DABN). PT DABN is a company formed by the Government of East Java Province to manage this port, considering that all costs of port construction are taken from the APBN and the APBD of the East Java Provincial Government. Therefore, the PAD is the right of the East Java Provincial Government.

“Because the port development uses the APBN and APBD of the East Java Provincial Government, so the PAD is also organized by the East Java Provincial Government. However, with this port, the city of Probolinggo has a pretty good economic impact. For example, with this port, there are new hotels built here,” Sudiyanto explained.

Meanwhile, Secretary of Financial Department (BPPKAD) Wawan Sugiantoro added that related to PAD, there was no system of profit sharing between the Probolinggo City Government and the East Java Provincial Government. “However, with this port, there are impacts that can be felt as described earlier,” said Wawan.

Moving on from the meeting room, the group of Kendal Regency Council immediately visited Probolinggo Port. They are welcomed directly by PT. DABN to explore further related to port management.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.