Wali Kota Rukmini : Satu Instansi, Satu Inovasi

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Sebagai sarana integrasi usulan inovasi daerah Kota Probolinggo tahun 2018, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bappeda Litbang (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan) bekerjasama dengan LAN (Lembaga Administrasi Negara) Republik Indonesia menggelar sosialisasi Laboratorium Inovasi (Labinu) dan Aplikasi Usulan Daerah (Apusida), di Hall Orin & Resto, Senin (23/4). 

Kepala Bappeda Litbang Budiono Wirawan menjelaskan acara tersebut bertujuan untuk menumbuh kembangkan budaya inovasi di semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dan memfasilitasi calon-calon inovator dari instansi Pemerintah yang siap berinovasi, serta memunculkan ide-ide maupun gagasan baru bagi pelayanan publik di Pemerintah Kota Probolinggo, 

Wali Kota Rukmini juga berharap dengan adanya laboratorium inovasi ini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam pengembangan inovasi di daerah. Sebagai upaya mendukung pencapaian visi pembangunan Kota Probolinggo tahun 2014-2019 yakni Probolinggo kota jasa yang berwawasan lingkungan yang maju, sejahtera dan berkeadilan. 

“Dengan adanya kerjasama ini semoga dapat memacu kepala OPD, camat dan lurah dalam menciptakan inovasi baru di bidang penyelenggaraan administrasi di masing-masing instansi. Saya juga berharap nantinya satu instansi satu inovasi, jadi tidak hanya instansi itu-itu saja yang membuat inovasi setiap tahunnya,” tutur Rukmini.

Pagi itu, Rukmini juga menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Bappeda Litbang dan LAN RI. Sekaligus menandatangani Deklarasi Tri Sakti Inagara bersama Kepala Pusat Promosi Inovasi dan Pengembangan Kapasitas LAN RI Marpaung, para kepala OPD, camat, lurah dan seluruh peserta sosialisasi.

Isi dari Deklarasi Tri Sakti Inagara yakni “Kami siap memberikan inovasi, Kami siap mendukung inovasi, Kami siap menciptakan budaya inovasi.” Marpaung yang pagi itu juga bertindak sebagai narasumber menyampaikan materi tentang pengembangan inovasi Kota Probolinggo melalui dua tahap yakni tahap 1 drum-up innovation, dan tahap 2 diagnose innovation. (malinda/humas)

 

MAYANGAN – As a means of integrating innovation proposals for the area of Probolinggo City in 2018, Probolinggo Municipality through Bappeda Litbang (Regional Development Planning Agency and Research and Development) in collaboration with the LAN (State Administration Agency) of the Republic of Indonesia held a dissemination of the Innovation Laboratory (Labinu) and Regional Proposal Application (Apusida), at the Orin & Resto Hall, Monday (23/4).

Head of Bappeda Litbang, Budiono Wirawan explained that the event aims to foster a culture of innovation in all Regional Working Units (OPD), and facilitate prospective innovators from Government agencies who are ready to innovate, and bring new ideas to public services in the Probolinggo Municipality.

Mayor Rukmini also hopes that the existence of this innovation laboratory will be one of the keys to success in developing innovation in the region as an effort to support the achievement of the development vision of the city in 2014-2019.

“With this collaboration, hopefully it can motivate the heads of OPDs, district heads and sub-districts heads in creating new innovations in the administration of each department. I also hope that one department will will have one innovation, so it’s not only certain departments who make innovations every year,” said Rukmini.

That morning, Rukmini also witnessed the signing of collaboration between Bappeda Litbang and LAN RI. She also signed the Tri Sakti Inagara Declaration with the Head of the Indonesian LAN Capacity Innovation and Development Promotion Center Marpaung, OPD heads, sub-district heads, village heads and all participants of the dissemination.

The contents of the Tri Sakti Inagara Declaration are “We are ready to provide innovation, We are ready to support innovation, We are ready to create a culture of innovation”. Marpaung who acted as a resource person that delivered material about Probolinggo City’s innovation through two stages, drum-up innovation and diagnosis innovation on the next stage. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.