1.735 Lowongan Tersedia di JMF

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN- salah satu upaya mengatasi masalah pengangguran di Kota Probolinggo dengan menggelar job market fair (JMF) setiap tahun. Kamis (26/4) bertempat di gedung Islamic Center, Pemerintah Kota Probolinggo kembali menggelar JMF. Dalam kesempatan kali ini, setidaknya ada 1.735 kesempatan kerja yang disediakan oleh 38 perusahaan yang ikut serta. Terdiri dari 910 lowongan untuk pria, dan 825 lowongan untuk wanita.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengungkapkan jika jumlah pengangguran terbuka di Kota Probolinggo masih banyak. “Jumlah penduduk di Kota Probolinggo mencapai 242.567 jiwa. Dari jumlah tersebut, jumlah angkatan kerja sebanyak 134.177 orang. Jumlah orang yang bekerja sebanyak 103.562 orang dan jumlah pengangguran tercatat sebanyak 30.615 orang. Artinya masih banyak pengangguran terbuka. JMF ini setidaknya sebagai strategi mengurangi pengangguran,” ungkap Rukmini.

“Beberapa faktor yang mengakibatkan jumlah pengangguran kita ini masih banyak di antaranya kesempatan kerja di Kota Probolinggo masih rendah. Tingkat pendidikan dan kualifikasi para pencari kerja masih banyak yang belum sesuai dengan kualifikasi dari perusahaan penerima kerja,” tambah Rukmini. 

Rukmini berpesan kepada para pencari kerja untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi, minat, dan bakat agar mereka bisa menikmati pekerjaan. Rukmini juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan yang telah membantu Pemerintah Kota Probolinggo dalam mengatasi masalah pengangguran. Wali Kota juga berharap agar tidak lagi terjadi masalah hubungan industrial antara perusahaan dengan pekerja. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Probolinggo, Wahono Arifin mengungkapkan ada 38 perusahaan yang ikut JMF kali ini. “Ada 26 perusahaan dari Kota Probolinggo, 2 Perusahaan dari Kabupaten Probolinggo, 2 perusahaan dari Sidoarjo, 5 perusahaan dari Surabaya, 1 perusahaan dari Malang, 1 perusahaan dari Tangerang, dan 1 perusahaan dari Jember. JMF ini bertujuan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Kami berharap JMF bisa mengurangi angka pengangguran,” ujar Wahono.  

Tri Rukiyanto, staf HRD PT. Eratex Djaja yang ikut merekrut pencari kerja mengungkapkan jika pihaknya memanfaatkan JMF untuk memenuhi kebutuhan tenaga produksi di perusahaan tempat Ia bekerja. “Rata-rata tiap bulan ada sekitar 10 persen yang berhenti. Itu harus kami ganti. Sebagian besar pegawai Eratex itu perempuan. Ketika mereka cuti hamil, harus ada pengganti. Memang masalahnya kalau karyawan wanita ya seperti itu, masalah keluarga juga bisa menjadi alasan mereka untuk berhenti bekerja,” ujar Tri. (Abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.