Pemkot Akan Fasilitasi Perusahaan Menggunakan Pelabuhan Probolinggo

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Bank Jatim Cabang Probolinggo bekerjasama dengan PT. Delta Arta Bahari Nusantara (DABN) menggelar acara Sinergi Tiga Unsur Antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di gedung Delta Arta Bahari Nusantara, jalan Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo, Kamis(26/4). Hadir dalam acara ini Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), Imanto, Kapolresta, AKBP Alfian Nurrizal, Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan dan Bisnis, Pemimpin Divisi Internasional Banking, Pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo, Mukhlison, Direktur Utama PT. Delta Arta Bahari Nusantara, Ahmad Umar.

Pimpinan Bank Jatim Cabang Probolinggo, Mukhlison menjelaskan banyak potensi yang ada di Kota terutama Pelabuhan. Sebetulnya pelabuhan yang ada di Kota Probolinggo sebagai percontohan bagi kota-kota yang lainnya.  Banyak daerah lain tidak memiliki pelabuhan, sedangkan di Kota Probolinggo sudah ada pelabuhan. Kedalamannya, sesuai informasi yang didapat  potensinnya lebih jauh besar dari pada di Semarang. Rencana kedepan akan di tingkatkan untuk pendalamannya . 

Potensi yang ada di Kota Probolinggo, salah satunnya pada saat kapal pesiar yang mengunjungi Kota Probolinggo kurang lebih 14 sampai 17 kali tiap tahunnya. Kapal pesiar yang bersandar di Kota Probolinggo untuk diperkenankan mengunjungi terminal baru pelabuhan untuk mempromosikan potensi pelabuhan Kota Probolinggo ke warga asing. “Saya berharap kepada semua perusahaan untuk bekerjasama meningkatkan potensi yang ada di Kota probolinggo. Bank Jatim sendiri akan memberikan kemudahan pelayanan kepada nasabah serta akan melayani transaksi dengan baik di Bank Jatim,” ujar Mukhlison.

Sementara itu, Ahmad Umar menjelaskan pada tanggal 12 Desember 2014 lalu, awalnya Menteri Perhubungan Indonesia, Ignasius Jonan pada waktu itu menyerahkan pengelolaan pelabuhan ini sebatas uji coba. “Sebagai warga Jawa Timur, khususnya Kota Probolinggo kita harus merasa bangga karna pelabuhan ini yang pertama kali ada di Indonesia,” ungkap Umar.

“Pelabuhan Kota Probolinggo mempunyai dampak yang positif kepada perekonomian di Kota Probolinggo  khusunya, Jawa Timur umumnya. Fasilitas yang ada di pelabuhan ini sudah memadai dan akan terus ditingkatkan pelayanannya. Pelabuhan Probolinggo sudah 2 tahun lebih beroperasi (sejak tahun 2015). Pelabuhan ini akan terus berkembang atas dukungan semua pihak, karena arus kapal dan barang diperkirakan akan semakin bertambah,” tambah Umar.

Keberadaan Pelabuhan ini akan menurunkan indeks harga logistik. Selain itu, yang paling utama akan dirasakan dengan keberadaan Pelabuhan ini yaitu penyerapan tenaga kerja.  “Saya berharap kepada semua pihak untuk bersama-sama membesarkan dan mengembangkan pelabuhan Probolinggo ini. kepada warga Kota Probolinggo untuk merawat Pelabuhan Probolinggo serta menjaga kondisi jalan,” ujar Umar.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Rukmini yang diwakili Kepala BPPKAD, Imanto menyampaikan upaya dari Pemerintah Kota Probolinggo. “Kami akan menfasilitasi perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kota Probolinggo. Jika sebelumnya mereka menggunakan Pelabuhan Tanjung Perak, kami akan upayakan mereka memanfaatkan Pelabuhan Probolinggo. Selain lebih dekat dan tidak macet, tentu akan mengurangi waktu dan biaya angkut logistik,” ujar Imanto. (Noviati/Humas)

 

MAYANGAN – Bank Jatim of Probolinggo in collaboration with PT. Delta Arta Bahari Nusantara (DABN) held a Synergy of Three Elements Between Regional-Owned Enterprises (BUMD) in the Delta Arta Bahari Nusantara building, on Jalan Baru Terminal Probolinggo Port, Thursday (4/26). The event was attended by the Head of Revenue Agency, Regional Asset and Financial Management (BPPKAD), Imanto, Police Chief, AKBP Alfian Nurrizal, Head of Institutional and Business Relations Division, Head of International Banking Division, the head of Bank Jatim of Probolinggo, Mukhlison, President Director of PT. Delta Arta Bahari Nusantara, Ahmad Umar.

Head of Bank Jatim of Probolinggo, Mukhlison, explained that there are many potentials in the city, especially ports. Actually the ports in Probolinggo City are a model for other cities. Many other regions do not have ports, while in Probolinggo City there are ports. The depth, according to the information obtained, is far greater than in Semarang. Future plans will be increased for further exploration.

The potential in the city, one of which is when cruise ships visit Probolinggo, approximately 14 to 17 times each year. Cruise ships leaning in the city of Probolinggo to be allowed to visit the new port terminal to promote the potential of the Probolinggo City port to foreigners. “I hope that all companies will work together to increase the potential in the Probolinggo City. Bank Jatim itself will provide ease of service to customers and will serve transactions well at the bank,” Mukhlison said.

Meanwhile, Ahmad Umar explained that on December 12, 2014, initially the Indonesian Minister of Transportation, Ignasius Jonan, at that time gave up the management of this port as a trial. “As citizens of East Java, especially the citizens of Probolinggo, we must be proud because this port is the first in Indonesia,” said Umar.

“Probolinggo City Port has a positive impact on the economy in the city of Probolinggo especially, and in East Java in general. The facilities at this port are adequate and the service will continue to be improved. Probolinggo Port has been operating for 2 years (since 2015). This port will continue to grow with the support of all parties, because the flow of ships and goods is expected to increase,” Umar added.

The existence of this port will reduce the logistics price index. In addition, the most important thing will be felt in the existence of this Port, is employment. “I hope to all parties to jointly raise and develop this port. Probolinggo citizens have to take care of Probolinggo Port,” Umar said.

Meanwhile, Mayor of Probolinggo, Rukmini, represented by the Head of BPPKAD, Imanto conveyed the efforts of the Probolinggo City Government. “We will facilitate companies in the Probolinggo City area. If they previously used the Tanjung Perak Port, we will try to ask them to use Probolinggo Port. Besides being closer and not jammed, it will certainly reduce the logistics time and transportation costs,” Imanto said.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.