Tari 1.000 Orang-orangan Sawah, Awali Peringatan Hardiknas

image_pdfimage_print

MAYANGAN- 1.000 anak SD se-Kota Probolinggo membawakan tari “orang-orangan sawah”. Tari kolosal tersebut menjadi pra acara upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2018 di Kota Probolinggo, Rabu (2/5) di Alun-alun. Mengenakan kostum berwara kuning hijau, serta caping petani khas orang-orangan sawah, anak-anak tersebut menari dengan sangat antusias.

Menurut Peni Priyono, pimpinan sanggar Bayu Kencana menginformasikan tari tersebut dipelajari selama satu bulan. “Sekitar satu bulan anak-anak ini belajar. Mereka dilatih seratus guru tari dari guru SD dan sanggar Bayu Kencana,” ungkap Peni.

Ditanya tentang makna dari tarian tersebut, Peni mengatakan jika tari tersebut kilas balik Kota Probolinggo tempo dulu. “Tarian ini menggambarkan orang-orangan sawah. Mereka itu dibuat untuk menjaga pertanian agar tidak dimakan burung atau dicuri orang. Kondisi ini mengingatkan kita akan Kota Probolinggo tempo dulu, ketika kota ini masih banyak lahan pertanian,” ujar pria yang baru pensiun dari ASN di Kota Probolinggo itu.

Wali Kota Probolinggo yang pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menyatakan bahwa cita-cita pendidikan masih jauh dari harapan. “Kita menyadari bahwa kondisi ideal pendidikan dan kebudayaan nasional yang kita cita-citakan masih jauh dari jangkauan. Kita terus berusaha keras memperluas akses pendidikan yang berkualitas, terus-menerus mengalibrasi praktik pendidikan agar memiliki presisiatau ketelitian yang tinggi sesuai dengan tuntutan masyarakat, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan pembangunan,” ujar Rukmini.

Pemerintah juga mengapresiasi andil pendidikan nonformal dalam mencerdaskan bangsa. “Selain jalur pendidikan formal yang telah berhasil mendidik lebih dari 40 juta anak, pendidikan nonformal telah banyak memberikan andil dalam mencerdaskan bangsa. Pendidikan harus dilakukan secara seimbang oleh tiga jalur, baik formal, nonformal, maupun informal. Ketiganya diposisikan setara dan saling melengkapi,” ungkap Wali Kota.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada siswa-siswi Kota Probolinggo yang telah berhasil mengukir prestasi. Beberapa di antaranya kepada Ahmad Raikhan siswa SMP Negeri 3 yang telah berhasil meraih juara 1 lomba bulu tangkis tingkat Provinsi Jawa Timur yang di laksanakan di Kabupaten Jember. Ia juga berhasil meraih juara 2 lomba bulu tangkis tingkat nasional di Makassar. (Abdurhamzah/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.