Empat Nama Calon Kepala RSUD

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Muncul empat nama dokter spesialis calon kandidat kepala RSUD dr Moh Saleh, saat Wali Kota Probolinggo Rukmini menghadiri silaturahmi sekaligus pembinaan pegawai di RSUD tersebut, Rabu (2/5) siang. Dari empat nama itu, wali kota ingin mencari siapa peraih suara tertinggi untuk kemudian menggantikan Plt Direktur RSUD, drg Rubiyati. 

Mereka adalah dr Bambang Sukoco (spesialis anastesi), dr Abror Khudah (spesialis bedah), dr Rizki Habibie (spesialis penyakit dalam) dan dr Intan Sudarmadi (spesialis saraf). “Saya ingin yang mempunyai hak suara untuk menuliskan nama dokter yang didukung menjadi kepala rumah sakit. Nanti dikumpulkan dalam kertas tertutup (pada hari yang berbeda),” ujar Rukmini. 

Diketahui, sejak ditinggalkan dr Bambang Agus Suwignyo yang kini menjadi Sekda Kota Probolinggo, RSUD di Jalan Panjaitan ini mengalami kekosongan dan harus diisi Plt. Untuk itu, Wali Kota Rukmini menyatakan perlu menunjuk Kepala RSUD (bukan lagi direktur) secara definitif. Kepala RSUD harus seorang dokter (tenaga fungsional). 

“Saya ingin menjaring aspirasi untuk kemajuan RSUD. Aspirasi secara terbuka ini saya harapkan dapat merubah RSUD menjadi lebih baik,” terang wali kota. Dari pertemuan tersebut, selain ingin mendengarkan masukan komponen rumah sakit, wali kota juga menjaring nama-nama kandidat kepala RSUD sesuai dengan keinginan internal rumah sakit tersebut. Maka muncul empat nama yang kemudian diambil suara terbanyak untuk kemudian mengikuti fit and proper test. 

“Nanti keputusan final-nya tetap Ibu wali kota yang akan menentukan siapa yang menjadi kepala RSUD, tentu dengan pertimbangan hasil fit and proper test,” tutur Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rachma Deta Antariksa, saat ikut mendampingi wali kota waktu itu.  

Dalam pertemuan yang dihadiri kepala ruangan, kepala instalasi, dokter dan manajemen RSUD, Wali Kota Rukmini berharap semua komponen rumah sakit baik itu alat kesehatan, obat dan personil bisa menyamakan visi untuk memajukan RSUD. Memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi masyarakat. “Kompak dulu. Lalu berikan pelayanan yang baik, tidak usah mikir materi tetapi bagaimana masyarakat dapat terlayani,” ucapnya. 

Ia pun berharap permasalahan yang ada di RSUD, seperti kekosongan obat dapat terselesaikan karena berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Saat ini, sesuai laporan drg Rubiyati, RSUD dr Moh Saleh adalah type B non pendidikan. Rencananya, akan mengajukan izin operasional ke type B Pendidikan. Manajemen pun tengah mempersiapkan akreditasi paripurna di tahun kedua. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.