Mulai Sosialisasikan Rencana Pemasangan Jargas 

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Tahapan pembangunan jaringan gas (jargas) bumi bagi 5025 calon pelanggan (capel) di Kota Probolinggo terus berjalan. Kamis (3/5), Bagian Administrasi Perekonomian Pemkot Probolinggo bersama Kementerian ESDM menyosialisasikan pembangunan jargas tersebut kepada perwakilan warga di empat kelurahan di Kecamatan Mayangan. 

Sosialisasi itu dihadiri wakil warga capel jargas di Kelurahan Mayangan, Jati, Wiroborang dan Mangunharjo. Bertindak sebagai narasumber PPK Jargas Paket IV dan V Ditjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Agung Prasetyo. 

Proyek ini pun telah menunjuk konsultan dan kontraktor yang melaksanakan proyek jargas bumi di Kota Probolinggo. Yaitu konsultan pengawas PT Protekhindo Utama (PTU) dan kontraktor pelaksana yaitu PT Pratiwi Putri Sulung dan PT Dhamma Sumber Pundi Artha dari Pemenang Lelang Ditjen MIGAS

Agung Prasetyo, dari PT PGN menambahkan, Ditjen Migas telah melakukan rapat mulai kerja (Kick Of Meeting) dan penandatanganan kontrak yang artinya tahapan pengerjaan jargas bumi di Kota Probolinggo sudah dilaksanakan. “Istilahnya meeting persiapan. Biar nanti masyarakat tidak kaget tiba-tiba ada petugas yang datang ke rumah warga setempat. Oleh karena itu kami sosialisasikan terlebih dahulu,” tuturnya. 

Menurutnya, dalam bulan Mei 2018 ini beberapa pekerjaan sudah mulai dilaksanakan. Seperti pada Minggu I dan II, akan dilakukan mobilisasi (peralatan, kantor dan manpower) serta survey jalur jaringan gas. Di Minggu III dan IV survey ke rumah-rumah capel sekaligus penempelan stiker sebagai tanda rumah tersebut akan dipasangi instalasi jargas. 

Saat sosialisasi di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, warga menyampaikan agar gas bumi yang dijual harganya tidak terlalu mahal. Masih kata Agung, kepastian harga gas bumi memang belum ditetapkan oleh pemerintah. Tetapi, sebelum mendistribusikannya ke masyarakat (gas in) PGN bersama pemerintah setempat akan mengadakan hearing. 

“Hearing dengan masyarakat akan kami lakukan untuk mengetahui sejauh mana pendapat masyarakat terkait harganya. Jika memang terlalu mahal akan di-evaluasi lagi (Competitive dgn harga gas tabung 3 kg). Kalau sekarang memang belum ada harga pastinya. Diharapkan nantinya harga gas bumi ini akan sama di seluruh daerah,” jelas Agung lagi. 

Kabag Administrasi Perekonomian Chairul Anam menyatakan, kedepan (segera)pihaknya akan mengajukan pemasangan jargas baru di Kota Probolinggo sebanyak 10 ribu capel. Namun belum bisa diketahui pasti berapa jumlah yang akan disetujui oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM disesuaikn dengan anggaran APBN yg ada dan diaetujui.

Tidak berhenti sampai sosialisasi ini saja, Kementerian ESDM bersama PGN akan berkoordinasi dengan pihak terkait membahas teknis pengerjaan jargas tersebut. “Minggu depan kami rencananya ada meeting teknis bersama dinas lain seperti PDAM, Dinas Lingkungan Hidup dan PUPR, serta pihak terkait” imbuh Agung, yang pernah mengerjakan jargas 21 ribu rumah di Tarakan, Kalimantan Utara. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan infrastruktur jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo ini menggunakan APBN. Namun pembayaran, operasional dan penarikan pembayaran dari warga dikelola oleh PT PGN. Empat kelurahan di Kecamatan Mayangan yang menjadi sasaran capel yaitu warga Kelurahan Mayangan 1011 KK, Jati 618 KK, Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK. 

Wali Kota Probolinggo pun telah menandatangani kesepakatan bersama beberapa kepala daerah yang menerima bantuan jargas. Jika sesuai rencana, pada Hari Jadi Kota Probolinggo di bulan September nanti bakal dilakukan soft launching jargas bumi di sejumlah titik. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.