Ada Terduga Teroris Diamankan, Sekda Kota Probolinggo Imbau Warga Tetap Tenang 

image_pdfimage_print

KANIGARAN–Adanya tiga terduga teroris yang diamankan di Sumbertaman, Wonoasih, Kota Probolinggo, Kamis dinihari (17/5) jadi perhatian pemkot setempat. Sekretaris Daerah Kota Probolinggo dr Bambang Agus Suwignyo meminta masyarakat waspada dan tetap tenang terhadap kabar tersebut.

“Dengan adanya kasus dugaan teroris di Kelurahan Sumbertaman, pada intinya Pemerintah Kota Probolinggo tidak mentolerir adanya terorisme di Kota Probolinggo. Untuk itu warga Kota Probolinggo harus waspada, apalagi kalau ada warga baru yang mencurigakan agar diawasi,” katanya.

Sekda kemudian meminta masyarakat melakukan siskamling (sistem keamanan keliling) di tempat tertentu. Khususnya pada tempat tinggal masing-masing agar jika ada aktifitas mencurigakan segera dilaporkan pada pihak berwajib.

“Lakukan juga jam malam dan wajib lapor. Bagi warga pendatang, dalam 2 x 24 jam wajib lapor ke RT setempat. Saya imbau seluruh masyarakat agar melakukan ketentuan ini,” seru Bambang Agus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis pagi (17/5).

Mantan Direktur RSUD dr Mohamad Saleh ini juga menegaskan, agar masyarakat mengawasi berita-berita atau ceramah-ceramah di masjid, musala, tempat pengajian atau tempat berkumpul masyarakat jika ada apa yang disampaikan bersifat provokatif.

“Ingatkan (pembicara) agar tidak melakukan ceramah yang provokatif dan memperkeruh suasana. Sehingga, masyarakat tidak terpengaruh melakukan tindakan yang tidak kita inginkan. Pemerintah Kota Probolinggo tidak menghendaki ada terorisme di kota ini,” imbaunya.

Saat ditanya adanya kelompok dengan aliran radikal, Sekda Bambang Agus membenarkan jika di Probolinggo memang ada kelompok tersebut. Ia memungkinkan dulu pernah ada kelompok yang sifat dalam pemahaman keagamaan berbeda dengan muslim pada umumnya. Ia meminta kelompok tersebut untuk diwaspadai agar gerakan mereka bisa terawasi untuk tindakan yang tidak diperkenankan seperti yang terjadi baru-baru ini.

Adakah upaya yang dilakukan pemkot terkait adanya kelompok tersebut? Sekda menjawab, pembinaan sebenarnya sudah dilakukan kepada mereka. Sosialisasi pun sudah pernah oleh Pemerintah Kota Probolinggo, MUI (Majelis Ulama Indonesia) pun pernah turun untuk memberikan pemahaman pada mereka.

“Alhamdulillah aktifitas mereka dapat kami pantau, kami eliminasi, kami kurangi kegiatan ekstrem dengan pemantauan oleh aparat dan pemerintah,” ucap Bambang Agus.

Pemerintah Kota Probolinggo pun mensupport apa yang dilakukan kepolisian dalam mengungkap kasus terorisme, agar Kota Probolinggo aman, terkendali, kondusif dan tidak terjadi hal yang tidak dilakukan. “Densus 88 dan Polres Probolinggo Kota bersama Kodim sudah berupaya memberikan ketentraman. Saya berharap masyarakat tidak gelisah dengan adanya aksi teror bom dan tidak terpengaruh isu karena kasus ini sudah ditangani,” tegas sekda.

Ia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita yang beredar di media sosial (medsos). Sebab, saat ini tren hoax sangat tinggi. Masyarakat harus mengecek kebenarannya, tidak mudah men-share berita yang belum jelas sumbernya.

“Masyarakat harus cerdas, apakah itu hoax atau bukan. Karena di medsos, itu gampang sekali dimunculkan (berita hoax),” jelasnya. (famydecta/humas)

Three suspected terrorists arrested in Sumbertaman, Wonoasih, Probolinggo City, Thursday morning (5/17) attract the attention of the local government. Regional Secretary Probolinggo City, Dr. Bambang Agus Suwignyo asked the public to be more cautious and remain calm about the news.

“With the alleged terrorist case in Sumbertaman Sub-District, Probolinggo City Government does not tolerate terrorism in the city of Probolinggo. And for the citizens of Probolinggo City must be vigilant, especially if there are new suspicious citizens, “he said.

The Regional Secretary then asked the community to do a siskamling (mobile security system) in a certain place, especially in their respective homes so that if there is suspicious activity to report it immediately.

“Plaese apply curfews and report. For new residents, they must report to the neighbourhood unit (RT) within 2 x 24 hours. “I urge all people to carry out this provision,” Bambang Agus said, in his office on Thursday morning (5/17).

This ex-director of Dr Mohamad Saleh Hospital also emphasized that the public should oversee the news or lectures at mosques, mushala, recitations or community gatherings if there were provocative things in it.

“Please remind (speaker) not to make provocative lectures and worsen the situation. So the people are not affected doing unwanted actions. The Probolinggo City Government does not allow terrorism in this city, “he added.

Asked about the existence of a radical group, Bambang Agus confirmed that there were indeed some groups in Probolinggo. He suspected that these groups have different understanding than Muslims in general. He asked these groups should be watched so that their movements could be monitored to prevent unwanted actions.

Are there any efforts made by the municipal government regarding the existence of these groups? The Secretary answered that some guidance had been done by the Probolinggo City Government and the Indonesian Ulema Council (Majelis Ulama Indonesia).

“Thank God (Alhamdulillah), we monitor their activities, we eliminate them, we reduce extreme activities by monitoring the authorities and the government,” said Bambang Agus.

The Probolinggo City Government also supports what the police do in revealing terrorism cases, so the City of Probolinggo is safe, under controlled, conducive and secure. “Densus 88 and Probolinggo City Police together with the Military Command (Kodim) have made secured condition. I hope that the people will not be anxious on bombings action and are not affected some issues since this case has already been under control, “said the regional secretary.

He also reminded the public not to easily believe in news on social media. Currently there are many hoaxes, so the public must check the truth before they share news with unclear source.

“People must be smart, whether it’s a hoax or not. Since in social media it’s easy to make (hoax news), “he explained.(unofficials translation/hariyanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published.