Tingkatkan SDM Dalam Era Digital

image_pdfimage_print

 

Menanti Generasi Bonus Demografi

KANIGARAN – Wali Kota Rukmini mengajak seluruh masyarakat untuk lebih memanfaatkan dunia digital yang tengah berkembang dengan sebaik-baiknya. Hal ini ia ungkapkan saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-110 tahun ini, di halaman Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (21/5). 

Dalam sambutan Menkominfo, Rukmini menyebutkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi momen yang sangat tepat untuk membangun sumber daya manusia yang tangguh, sebagai pondasi kebangkitan nasional Indonesia dalam era digital. 

“Ini merupakan era yang menuntut kita untuk tidak buang-buang waktu demi mengejar ketertinggalan dengan bangsa-bangsa lain. Momentum sekarang ini menuntut kita untuk tidak buang-buang energi untuk bertikai dan lebih fokus pada pendidikan dan pengembangan manusia indonesia,” tutur Rukmini yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. 

Apalagi, menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi kita akan memasuki era keemasan dalam konsep kependudukan, yakni bonus demografi. Bonus demografi yang dimaksud adalah Indonesia akan memiliki proporsi usia produktif yang lebih tinggi dibanding usia non-produktif. 

Badan Pusat Statistik (BPS) pun memperkirakan rentang masa ini akan mencapai klimaksnya pada tahun 2028 sampai 2031, yang berarti tinggal 10-13 tahun lagi. Pada era tersebut, angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen.

Tentunya, hal ini akan menguntungkan bangsa Indonesia jika dapat dimaksimalkan dengan baik. Presiden Jokowi pun dalam berbagai kesempatan selalu mendorong peningkatan pendidikan bekerjasama dengan industri dan bisnis sehingga ke depan muncul ilmu pendidikan baru yang dapat menghasilkan tenaga terampil siap kerja. 

“’Generasi Bonus Demografi’ pada saat yang sama juga terpapar oleh massifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang juga membuka jendela peluang dan ancaman yang sama. Ia akan menjadi ancaman jika pasif menjadi pengguna dan pasar, namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia,” jelas Rukmini. 

Rukmini juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjauhkan dunia digital dari anasir pemecah belah dan konten-konten negatif sehingga generasi penerus dapat memanfaatkannya untuk berkreasi, bersilaturahmi, berekspresi dan mendapatkan manfaat baik darinya. (alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.