Ketersediaan Pangan Kota Berstatus Waspada

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Berdasarkan analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) di Kota Probolinggo tahun 2017, sistem ketersediaan pangan masuk dalam status waspada (warna kuning). Sedangkan tingkat akses pangan masuk dalam status aman (warna hijau), untuk pemanfaatan pangan berada di status waspada (warna kuning). 

Kondisi ini disampaikan Sekda dr Bambang Agus, saat memimpin rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo, Senin (21/5) di Ruang Sabha Bina Praja. Ia menjelaskan, indikator ketersediaan pangan berstatus waspada karena persentase luas tanam bulan berjalan dibandingkan dengan rata-rata luas tanam bulan bersangkutan lima tahun terakhir. Dan, persentase puso (gagal panen) bulan berjalan dibandingkan dengan rata-rata luas tanam bulan bersangkutan lima tahun terakhir. 

“Akses pangan berstatus aman, dengan indikator yang mempengaruhi adalah persentase rata-rata harga bulan berjalan komoditas beras dibandingkan dengan rata-rata tiga bulan terakhir,” kata Sekda Bambang Agus. 

Sementara itu, indikator status waspada pada pemanfaatan pangan dipengaruhi oleh persentase balita yang naik berat badan dibanding jumlah balita ditimbang terkoreksi; persentase balita yang BGM (Bawah Garis Merah) dibandingkan jumlah balita ditimbang terkoreksi; persentase balita yang tidak naik berat badannya dalam dua kali penimbangan berturut-turut dibandingkan jumlah balita ditimbang terkoreksi. 

Ketahanan pangan, menurut sekda, adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan dapat dilihat dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman beragam bergizi merata dan terjangkau, tidak bertentangan dengan agama keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat  aktif produktif secara berkelanjutan. 

Pembangunan ketahanan pangan dalam mewujudkan kemandirian pangan masih menghadapi beberapa kendala. “Misalnya lahan pertanian semakin berkurang karena alih fungsi, keanekaragaman konsumsi pangan masih rendah, dan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan,” tegasnya. 

Diketahui, luas baku sawah di Kota Probolinggo saat ini 1.792 ha dengan jumlah penduduk pada tengah tahun 2017 terhitung 231.112 jiwa. Kebutuhan beras di Kota Probolinggo (2017) sebesar 9.235 ton, sedangkan kebutuhan berasnya 21.124 ton sehingga penyediaan beras masih kurang 11.889 ton. 

“Akan tetapi karena letak Kota Probolinggo sebagai pusat perdagangan sehingga kekurangan tersebut didapatkan dari luar daerah,” ucap Bambang. Hal tersebut dibenarkan perwakilan Bulog yang hadir, yang menyatakan stok beras masih aman hingga Desember mendatang. 

 Wali Kota Rukmini yang mengikuti rapat siang itu, juga menekankan pada Dewan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo untuk memahami tugas-tugasnya. Antara lain, setiap satuan organisasi di lingkungan Dewan Ketahanan Pangan dalam melaksanakan tugasnya wajib mempedomani prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi. 

“Untuk mencapai suatu kondisi ketahanan pangan yang mantap, diperlukan mobilisasi yang dinamis dari semua pihak. Ketersediaan pangan hendaknya sudah dirumuskan supaya kebijakan untuk pemenuhannya sejak dari perkiraan kebutuhan, kemampuan memproduksi sendiri dan kemungkinan pasokan bahan pangan dari luar daerah,” tegas Rukmini. 

Wali kota perempuan pertama ini juga membenarkan bahwa lahan pertanian di Kota Probolinggo saat ini semakin hari semakin mengalami penurunan karena banyaknya alih fungsi lahan pertanian yang menyebabkan penurunan produksi tanaman pangan. 

“Oleh karena itu, melalui forum ini saya berharap, mulai sekarang kepada semua pihak terkait khususnya anggota Dewan Ketahanan Pangan ini agar bersinergi satu sama lain dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kota Probolinggo,” harapnya. 

Sesuai SK Wali Kota Probolinggo Nomor 188.45/78/KEP/425.012/2018 tentang keanggotaan Dewan Ketahanan Pangan, diketuai Wali Kota, sedangkan ketua harian dijabat Sekda dan sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Anggota-anggotanya terdiri dari Asisten Pemerintahan, Bappeda Litbang, DP3AKB, Dinas Kesehatan, DKUPP, Dinas Perikanan, Dinas Sosial, BPPKAD, BPBD, BPS, Dandim 0820, dan Kapolres Probolinggo Kota. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.