Wali Kota Minta Kreasi Lansia Dipajang di Jalan

MAYANGAN- Pemerintah Kota Probolinggo menggelar lomba kreativitas lansia di Alun-Alun Kota Probolinggo, Selasa (22/5). Sebanyak 112 lansia dari seluruh posyandu lansia di Kota Probolinggo ikut serta dalam lomba mewarnai pot bunga tersebut. Masing-masing posyandu lansia mengirim 2 orang perwakilan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Nurul Hasanah Hidayati dalam laporannya menyebutkan ada 57 posyandu lansia di Kota Probolinggo. Ada 2 posyandu lansia yang tidak ikut serta. Peserta lomba ini diikuti oleh lansia berumur lebih dari 50 tahun. Tim juri berasal dari Sanggar Hasta Kencana, Radar Bromo, PKK Kota Probolinggo, serta Dinas Kesehatan Kota Probolinggo sendiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih produktivitas lansia. “Pertama, untuk melatih produktivitas lansia, meningkatkan kesadaran dini agar (lansia) menua dengan sehat, mandiri dan tetap aktif. Kedua, menjalin silaturahim para lansia. Ketiga, menjaga kestabilan psikologi dan psikososial para lansia”, tambah Hidayati.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini mengapresiasi kegiatan Dinas Kesehatan tersebut. “Ini adalah inovasi. Jika tahun-tahun lalu ada lomba fashion show lansia, kali ini lombanya lebih bagus menurut saya. Lansia diajak berkreasi agar tidak stress. Dari pada lomba fashion yang membutuhkan biaya make up dan pembuatan baju, lomba ini lebih bermanfaat, dan tidak buang-bunag waktu” puji Wali Kota.

Rukmini meminta Dinas Kesehatan untuk berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Pot yang sudah dilukis ini, agar dipakai DLH untuk tempat tanaman untuk mempercantik kota. Jadi kreativitas lansia ini bisa kita hargai,” tambah Rukmini.

Satuni (56) salah satu peserta lmba asal Kelurahan Jrebeng Lor mengaku senang dengan lomba yang diadakan Pemerintah Kota Probolinggo ini. “Senang pak, biar kita tidak stres,” ujarnya singkat. Ia merasa dukungan Pemerintah Kota Probolinggo terhadap program-program lansia selama ini sudah cukup baik. “Saya harap akan ada terus lomba seperti ini,” lanjutnya.

Satuni adalah lansia yang menambah penghasilannya dengan menerima pesanan catering dan kue. “Sebulan itu biasanya ada 12 pesanan. Ya kecil-kecilan pak, modalnya 500 ribu. Untung kira-kira 150 ribu,” tambahnya. (Abdurhamzah/humas)