Wali Kota Teken Kerjasama dengan Lapas 

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo, Rukmini bersama Asisten Administrasi Umum, Rey Suwigtyo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Koprasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kementerian Agama melakukan penandatanganan kerjasama dengan  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Probolinggo serta Peresmian Pondok Pesantren Darul Awwabin. Penandatanganan Kerjasama digelar di aula lapas, Selasa (22/5).

Kepala Lapas, Yandi Suyandi mengatakan lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan narapidana anak didik pemasyarakatan, yang tertuang dalam UU Pemasyarakatan No 12 Tahun 1995. Lapas sebagai wadah pembinaan berdasarkan sistem pemasyarakatan berupaya ikut mewujudkan pembinaan yang integratif yaitu membina mengembalikan kesatuan hidup masyarakat yang baik dan berguna. 

Lapas Kelas IIB Probolinggo memiliki kapasitas dan daya  tampung sebanyak 265 orang. Sedangkan saat ini per tanggal 21 Mei 2018 sudah menampung sebanyak 505 orang, sudah melebihi kapasitas daya tampung. Sedangkan tahanan yang berasal dari Kota Probolinggo sejumlah 120 orang dan sisanya tahanan dari luar Kota Probolinggo. Adapun kasus-kasus yang terdiri dari 505 orang tahanan yang ada di lapas diantaranya kasus narkotika,  pembunuhan, pencurian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), korupsi, teroris dan masih banyak kasus yang lainnya.

“Lapas Probolinggo memberikan program kemandirian dan kepribadian. Dalam program kemandirian dan kepribadian bertujuan untuk membentuk karakter manusia yang berguna di tengah-tengah masyarakat serta tukar kemampuan atau ilmu bagi narapinada apabila kembali   kemasyarakatan,” ujar Suyandi.

Melalui penandatanganan kerjasama ini lapas menggandeng stakeholder untuk mengadakan kegiatan kemandirian. “Tujuan kerjasama ini untuk memberikan pelayanan, pembinaan, dan dedikasi bagi warga binaan menjadi manusia yang produktif dan berguna,” imbuhnya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Krismono menyampaikan terimakasihnya kepada wali kota yang telah menfasilitasi lapas ini untuk bisa membangun kerjasama beberapa dinas terkait. Lapas Probolingggo tidak akan berfungsi secara maksimal dalam melaksanakan pembinaan tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga. 

Selama ini untuk pelayanan kesehatan masih belum optimal, karena lapas tidak memiliki dokter khusus dan perawat juga tidak ada. Hanya ada subseksi perawatan yang menangani pelayanan kesehatan seluruh narapidana yang ada di lapas ini. ”Semoga dengan kerjasama ini bisa meningkatkan pelayanan kesehatan dan pembinaan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini menyampaikan kerjasama Pemerintah Kota dengan lapas IIB Probolinggo telah terlaksana. “Semoga dengan kerjasama ini  seluruh warga binaan yang ada di Lapas IIB Probolinggo, menjadi orang yang berguna dan lebih baik, tidak mengulangi perbuatannya. Sehingga setelah masa hukuman berakhir dan kembali ke masyarakat, kegiatan atau keterampilan yang sudah didapat dari lapas lebih dikembangkan,” pesannya. Selanjutnya, wali kota meninjau hasil karya warga binaan dan Peresmian Pondok Pesantren Darul Awwabin Lapas Probolinggo. (novi/humas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.