Pusat Oleh-oleh TWSL Kembali Dibuka

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian  (DKUPP) Kota Probolinggo menggelar re-opening  pusat oleh – oleh khas Kota Probolinggo  di Jalan Basuki Rahmad (depan TWSL), pada Selasa (22/5). 

Kepala DKUPP Gatot Wahyudi, dalam laporannya menyebutkan ada 4835 orang pelaku usaha mikro di Kota Probolinggo dari 5 kecamatan yang tersebar di 29 kelurahan. Menurutnya, pelaku usaha mikro masih membutuhkan suport dan fasilitasi dari Pemerintah Kota Probolinggo dalam mengatasi permasalahan, terutama di pemasaran produknya.

Sebagai bentuk keberpihakan dan perhatian Pemerintah Kota Probolinggo terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro, DKUPP menyediakan pusat oleh – oleh khas Kota Probolinggo untuk para pelaku usaha. “Dengan tujuan untuk mempermudah memasarkan produknya dan mempermudah bagi masyarakat Kota Probolinggo maupun luar Kota Probolinggo memperoleh oleh – oleh khas Kota Probolinggo,” ujar Gatot.

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan dengan dibukanya kembali pusat  oleh – oleh ini secara otomatis akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dengan tumbuhnya pelaku usaha baru sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah.

“Diharapkan mampu menjadi jawaban atas pertanyaan dari masyarakat tentang kebutuhan akan adanya suatu tempat oleh – oleh khas Kota Probolinggo yang menyediakan produk makanan, batik maupun lainnya,” harap Rukmini.

Disamping itu, Rukmini juga berpesan untuk menjaga keutuhan NKRI di mata dunia. “Termasuk  menjaga Kota Probolinggo  kita tercinta ini, jangan sampai ada teroris, kita jaga dari tingkat kecamatan, kelurahan sampai RT/RW agar Kota Probolinggo terhindar dari teroris,” tuturnya. (mita/humas)

 

The Probolinggo City of Cooperatives, Micro Business, Trade and Industry Agency (DKUPP) is to re-open the typical Probolinggo souvenirs center on Jalan Basuki Rahmad (in front of TWSL), on Tuesday (22/5).

The Head of DKUPP Gatot Wahyudi, in his report stated that there were 4835 micro business entrepreneurs spread in 29 villages of 5 sub-districts. According to him, these entrepreneurs still need support and facilitation to face problems, especially in marketing their products.

As a form of attention of the Probolinggo City Government towards the empowerment of micro-entrepreneurs, DKUPP provides a typical souvenir center for business people. “It is to facilitate in selling their products and to ease the people in buying some typical Probolinggo souvenir,” said Gatot.

Probolinggo Mayor Rukmini said that it would automatically be able to move the economy of the surrounding community which will create new entrepreneurs in order to improve the regional economy.

“It is expected to be the answer of public questions for a place of the typical Probolinggo souvenirs which provides local food, batik and others,” Rukmini hoped.

Moreover, Rukmini also advised to maintain the integrity of the Republic of Indonesia in the world. “Including keeping our beloved city safe, don’t let any terrorists, we guard our environment from the lowest level, neighbourhood unit (RT)/ community units (RW) so that the city of Probolinggo is protected from terrorists,” he said.(unofficial translation/hariyanti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.