Wali Kota: Jangan Terprovokasi Radikalisme Mengatasnamakan Agama 

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Memasuki hari ke-tujuh bulan Ramadhan 1439 Hijriah, Pemerintah Kota Probolinggo melalui Tim Penggerak PKK mengadakan pondok Ramadhan, Rabu (23/5).  Kegiatan ini dikhususkan untuk anggota PKK, perwakilan Dharma Wanita dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan anggota organisasi wanita yang ada di Kota Probolinggo. 

Pondok Ramadhan yang mendatangkan penceramah dari Pasuruan, Maskuri Abdul Rahman bertemakan “Dengan pondok Ramadhan, kita tingkatkan iman dan takwa untuk membentuk karakter insan yang mulia.” Tema tersebut tentunya sesuai dengan kondisi yang terjadi saat ini. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengingatkan bahwa para ibu juga harus ikut menjaga keamanan di lingkungan, dengan cara menjaga silaturahmi dengan para tetangga agar Kota Probolinggo tetap kondusif, rukun dan tentram. “Dan jangan takut untuk melaporkan bila ada hal-hal yang mencurigakan kepada aparat, baik kepada ketua RT, atau langsung ke kepolisian,” katanya saat membuka pondok Ramadhan. 

Hal tersebut berkaitan dengan ditangkapnya terduga teroris di Kota Probolinggo. Dia juga mengingatkan agar jangan sampai terprovokasi untuk melakukan hal-hal negatif (radikalisme) dengan mengatasnamakan agama. 

Sri Yustia Rini, selaku ketua panitia menjelaskan bahwa tujuan dari pondok Ramadhan ini memang meningkatkan iman dan takwa di kalangan anggota PKK dan Dharma Wanita serta memberi kesempatan untuk mendalami agama islam. “Selain itu juga untuk menjalin tali silaturahmi antar anggota PKK dan Dharma Wanita,” katanya.

Pondok ramadhan yang dilaksanakan dua hari (23-24/5) ini diisi dengan istiqosah, ceramah agama, shalat Dhuhur dan shalat Tasbih berjama’ah. “Semoga apa yang kita lakukan hari ini (pondok Ramadhan) dihitung pahala oleh Allah SWT,” harap wali kota. (hariyantiagustina/humas)

 

On the seventh day of Ramadhan 1439 Hijriah, Wednesday (23/5) the Probolinggo City Government through the PKK (Family Welfare Movement) Team held Pondok Ramadhan (religious meeting consisting of lectures, recite al-qur’an, etc). This activity was specifically for PKK members, Dharma Wanita (organization of civil servant’ wives) representatives from each Regional Working Units (OPD), and members of women’s organizations in Probolinggo City.

Pondok Ramadhan which had lecturers from Pasuruan, Maskuri Abdul Rahman got themed ““Dengan pondok Ramadhan, kita tingkatkan iman dan takwa untuk membentuk karakter insan yang mulia (Pondok Ramadhan, will grows our faith to form the character of a noble human being)”, which is surely in accordance with the condition recently.

This is related to the suspected terrorists in the City of Probolinggo that are arrested. She also reminded not to be provoked to do negative things (radicalism) on behalf of religion.

Mayor of Probolinggo Rukmini reminded that women must also take care of security in their environment, by maintaining friendship with neighbors to make a harmonious and peaceful situation. “And don’t be afraid to report if there were suspicious things to the authorities, either to the head of community unit (RT), or to the police directly,” she said in opening of this Pondok Ramadhan.

Sri Yustia Rini, as chairperson of the committee explained that the purpose of the Pondok Ramadhan was to improve the faith of their (the participant) religion and to provide an opportunity exploring Islam. “In addition, it is also to establish friendship between members of the PKK and Dharma Wanita,” she said.

This pondok ramadhan held in two days (23-24/5) consisting of istiqosah(praying together), religious lectures, shalat dhuhur (afternoon prayers) and shalat tasbih (tasbih prayers) together. “Hopefully what we do today (Pondok Ramadan) is counted as reward by Allah SWT,” the mayor hoped.(unofficial translation/hariyanti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.