Baru 40 Persen Tanah Wakaf Bersertifikat

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Tanah wakaf dan aset-aset keagamaan sangat penting untuk disertifikasi. Tujuannya, agar tanah wakaf tersebut terlindungi sehingga tidak akan hilang dan dijual. Masyarakat diminta pro aktif untuk mensertifikasi tanah wakaf Ke Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Wali Kota Probolinggo Rukmini menegaskan, program sertifikasi tanah wakaf dapat terus berjalan karena bagian dari program sertifikasi tanah di Indonesia. Pemerintah melalui BPN sudah membuat MoU (Memorandum of Understanding) dengan berbagai lembaga keagamaan untuk program tanah wakaf dan tanah-tanah lembaga keagamaan agar memiliki sertifikat. 

“Biar tanah wakaf tidak sampai hilang, dijual dan dirusak. Atau keluarga yang mewakafkan dikhawatirkan mempersoalkan kembali tanah yang telah diwakafkan,” ujar Rukmini. 

Berdasarkan data Dewan Masjid Indonesia di Kota Probolinggo, sekitar 40 persen tanah wakaf sudah bersertifikat.  “Jadi, masih ada 60 persen lagi yang belum bersertifikasi. Sehingga diperlukan kerjasama dengan lembaga-lembaga keagamaan untuk menjalankan program sertifikasi tanah wakaf,” tegasnya. 

Hal ini disampaikan wali kota saat rakor dan sosialisasi percepatan sertifikasi tanah wakaf dan wakaf uang, Rabu (23/5) di Puri Manggala Bhakti, yang digelar Bagian Kesra. Pasalnya, upaya percepatan ini untuk mendorong kepedulian para nazhir (penerima benda wakaf) di Kota Probolinggo agar mengurus kelengkapan dokumen tanah atau bangunan wakafnya. 

“Silahkan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengurus penyertifikatan baik berupa tanah bangunan serta uang. Manfaatkan sesuai tujuan dan fungsi wakaf,” imbuh Rukmini. 

Tujuan dan fungsi wakaf yang dimaksud yaitu sebagai sarana dan kegiatan ibadah, sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan; bantuan kepada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu; beasiswa; kemajuan dan peningkatan ekonomi umat atau kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.

Kabag Kesra Setda Kota Probolinggo, Aman Suryaman menambahkan, kegiatan rakor dan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang pentingnya wakaf yang sah yang dapat digunakan untuk bisnis dan dapat dimanfaatkan. “Sekaligus monitoring tanah dan tempat ibadah wakaf di Kota Probolinggo,” katanya. 

Bagian Kesra mengundang pihak BPN yang membahas tentang sertifikasi tanah wakaf, dan Bank Syariah Mandiri terkait wakaf uang. Wakaf yang merupakan perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan atau menyerahkan sebagian uang miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah atau kesejahteraan umum menurut syariah. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.