Akhirnya, 20 Pedagang Tempati Bedak Baru (Finally, 20 traders get the new place) Pascakebakaran Dua Tahun Lalu (After the two years of fire)

image_pdfimage_print

            Setelah berdagang dengan kondisi tenda darurat, kini 20 pedagang buah korban kebakaran pada 2013 akhirnya menempati bedak baru. Peresmian bedak buah di pasar Gotong Royong itu dilakukan oleh Walikota Probolinggo Rukmini, Kamis (22/1). Tidak ada yang berubah dari sisi bangunan, jumlah dan pedagangnya masih seperti sebelumnya.

After trading in the emergency tents, 20 fruit traders as the  fire victims of 2013 finally occupy their new place. The inauguration of the fruit corner on the Gotong Royong market was conducted by the Mayor of Probolinggo Rukmini, on Thursday (22/1). Nothing has changed from the building, so has the traders.

Bertempat di pasar Gotong Royong, acara ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Sunardi, beberapa kepala satker, dan Camat Mayangan Sumadi. Kepala DPPKA Imam Suwoko menyatakan bahwa selama ini pasar tradisional selalu diidentikkan dengan tempat yang kumuh, semrawut, dan merupakan sumber kemacetan lalu lintas.

Placed in Gotong Royong market, the event was attended by Assistant of Government Sunardi, some head of work units, and Head of Mayangan District Sumadi. The head of DPPKA Imam Suwoko stated that during this time, the traditional market is always identified as a slum place, chaotic, and is a cause of traffic jams.

           

            “Image pasar yang demikian sudah semestinya mendapat perhatian yang cukup besar. Pembenahan pasar tradisional dengan image yang positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan,” terangnya. Dalam hal ini, tentunya dibutuhkan peran segala pihak untuk mewujudkan hal tersebut termasuk pemerintah, masyarakat, pengelola pasar, dan pedagang.

            “Image of such markets should get much attention. Revamping the traditional market with a positive image is a tough challenge but should be pursued,” he explained. In this case, of course, it takes the role of all element, such as the government, society, market managers, and traders to realize this goal.

            Walikota Rukmini dalam sambutannya menyatakan, pembangunan pasar ini bukanlah akhir kepedulian pemerintah setempat dalam upaya merevitalisasi pasar tradisional. “Pemkot Probolinggo akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus meningkatkan keberadaan pasar tradisional secara bertahap. Keberadaan pasar tradisional ini sangat penting agar tidak tergeser oleh pasar modern,” ujarnya.

            Mayor Rukmini in her speech stated that the construction market was not the end of awareness of local government in order to revitalize traditional markets. “Probolinggo City Government will try hard to improve the existence of traditional markets gradually. The existence of traditional markets is very important in order to not displaced by the modern market, “he said.

            Dalam kesempatan itu, Rukmini juga berpesan pada para pedagang untuk selalu menjaga lingkungan dan keamanan dengan baik sehingga peristiwa kebakaran kemarin tidak terulang lagi. “Saya juga berharap tidak ada lagi tempat yang kumuh dan akhirnya membuat jalan sempit. Untuk pembuatan sor-soran (atap), sebaiknya dapat menahan buah dari sengatan matahari dan dibuat serapi mungkin,” ucapnya. Pasar yang didirikan pada tahun 1992 ini ditempati oleh 322 pedagang termasuk pedagang sayur, buah dan pakaian. (fien)

            On that occasion, Rukmini also advised the traders to always keep the environment and the security so well so that the fire could not happen again. “I also hope that there is no longer a slum market and narrowed the street. Making the roof, you should make it to protect the fruit from the sunburn and made it neat as possible,” she said. The market which was established in 1992 is occupied by 322 merchants including greengrocer, fruit vendors and cloth vendors.

Leave a Reply

Your email address will not be published.